Curah Hujan Meningkat hingga Desember, Waspada Tanah Longsor di Jateng
Arif purniawan
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 20:05 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menunjukkan peta wilayah di Jawa Tengah yang mengalami curah hujan tinggi pada bulan Oktober. (foto: istimewa)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat memperkirakan akan terjadi curah hujan yang tinggi di Jawa Tengah selama bulan Oktober hingga Desember mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Kepala BMKG Indonesia Dwikorita Karnawati, usai menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di rumah dinas Puri Gedeh, Gajahmungkur, Kota Semarang, pada Jumat (22/10).
Baca juga:BMKG Peringatkan La Nina Picu Hujan Deras sekitar November-Februari
“Karena ada La Nina, ada potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa Tengah. Mulai bulan Oktober ada di wilayah bagian selatan, Cilacap, Banyumas dan sekitarnya. November semakin meningkat hingga Desember, hampir merata di seluruh wilayah Jawa Tengah dengan curah hujan bulanan lebih dari 40 %,” katanya.
Dwikorita menyampaikan, adapun untuk intensitas hujan pada bulan Januari 20211 sudah agak reda, tapi pada Februari hingga Maret meningat lagi. Ini artinya pemerintah daerah , maupun provinsi masih memiliki waktu menjeang Desember, untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
“Beliau sudah ada planing dan aksinya saja. Yang penting peringatan dininya terus kami sampaikan,” ucapya.
Di sisi lain, BMKG setiap hari memberikan peringatan dini, berupa perkembangan atau prakiraan cuaca selama 6 hari ke depan melalui aplikasi Info BMKG. Adapun untuk peringatan cuaca dini ekstrim, setidaknya dalam 3 hari sampai 3 jam sebelum kejadian akan diinfokan.
Hal itu disampaikan oleh Kepala BMKG Indonesia Dwikorita Karnawati, usai menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di rumah dinas Puri Gedeh, Gajahmungkur, Kota Semarang, pada Jumat (22/10).
Baca juga:BMKG Peringatkan La Nina Picu Hujan Deras sekitar November-Februari
“Karena ada La Nina, ada potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa Tengah. Mulai bulan Oktober ada di wilayah bagian selatan, Cilacap, Banyumas dan sekitarnya. November semakin meningkat hingga Desember, hampir merata di seluruh wilayah Jawa Tengah dengan curah hujan bulanan lebih dari 40 %,” katanya.
Dwikorita menyampaikan, adapun untuk intensitas hujan pada bulan Januari 20211 sudah agak reda, tapi pada Februari hingga Maret meningat lagi. Ini artinya pemerintah daerah , maupun provinsi masih memiliki waktu menjeang Desember, untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
“Beliau sudah ada planing dan aksinya saja. Yang penting peringatan dininya terus kami sampaikan,” ucapya.
Di sisi lain, BMKG setiap hari memberikan peringatan dini, berupa perkembangan atau prakiraan cuaca selama 6 hari ke depan melalui aplikasi Info BMKG. Adapun untuk peringatan cuaca dini ekstrim, setidaknya dalam 3 hari sampai 3 jam sebelum kejadian akan diinfokan.