LANGIT7.ID, Semarang - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat memperkirakan akan terjadi curah hujan yang tinggi di Jawa Tengah selama bulan Oktober hingga Desember mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Kepala BMKG Indonesia Dwikorita Karnawati, usai menemui Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di rumah dinas Puri Gedeh, Gajahmungkur, Kota Semarang, pada Jumat (22/10).
Baca juga:
BMKG Peringatkan La Nina Picu Hujan Deras sekitar November-Februari“Karena ada La Nina, ada potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa Tengah. Mulai bulan Oktober ada di wilayah bagian selatan, Cilacap, Banyumas dan sekitarnya. November semakin meningkat hingga Desember, hampir merata di seluruh wilayah Jawa Tengah dengan curah hujan bulanan lebih dari 40 %,” katanya.
Dwikorita menyampaikan, adapun untuk intensitas hujan pada bulan Januari 20211 sudah agak reda, tapi pada Februari hingga Maret meningat lagi. Ini artinya pemerintah daerah , maupun provinsi masih memiliki waktu menjeang Desember, untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
“Beliau sudah ada planing dan aksinya saja. Yang penting peringatan dininya terus kami sampaikan,” ucapya.
Di sisi lain, BMKG setiap hari memberikan peringatan dini, berupa perkembangan atau prakiraan cuaca selama 6 hari ke depan melalui aplikasi Info BMKG. Adapun untuk peringatan cuaca dini ekstrim, setidaknya dalam 3 hari sampai 3 jam sebelum kejadian akan diinfokan.
Baca juga:
Amalan saat Hujan dan Angin Kencang, Waspadai Cuaca Ekstrem “Info BMKG, silahkan instal dan memonitor perkembangannya,” ujar dia.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi BMKG yang konsisten memberikan laporan tekait perkembangan dan prakiraan cuaca. Informasi-informasi dari BMKG itu seharusnya juga disampaikan hingga tingkat desa, sehingga masyarakat benar-benar siaga dan waspada dalam menghadapi bencana.
“Ayo baca info BMKG setiap hari. Kalau bisa tahu informasinya dengan data sainsnya BMKG harapan kita masyarakat desa bisa menggunakan hal-hal yang sifatnya tradisional seperti ilmu titen, sehingga ketika terjadi hujan deras, dan durasi lama bisa mengungsi agar tidak sampai terjadi korban jiwa dan warga harus hati-hati, serta mesti siap,” kata Ganjar.
(sof)