LANGIT7.ID, Jakarta - Ada amalam saat terjadi hujan dan angin kencang. Namun ummat Islam tetap harus mewaspadai cuaca ekstrem sebagai bentuk ikhtiar menghadapi bencana alam.
Belakangan ini cuaca ekstrem memang sedang melanda sejumlah daerah. Hal ini juga sudah diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Walau begitu ada amalan saat hujan dan angin kencang yang dianjurkan Rasulullah.
Saat hujan turun seorang muslim hendaknya berdoa "Allahumma shayyiban nafi'an," yang artinya, "Ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan."
Lalu sunnahnya membasahi anggota tubuh dengan air yang turun dari langit. Sebab, hujan yang turun merupakan rahmat dari Allah. Hal ini mengacu hadist dari Anas.
Dia berkata: "Nabi ketika melihat hujan, beliau membuka bajunya." (HR Muslim).
Riwayat lain dari Imam Abu Dawud, Anas bekata: "Nabi menyingkap pakaiannya hingga terkena guyuran hujan." Kami berkata: "Ya Rasulullah, kenapa anda berbuat seperti ini?" Rasulullah menjawab: "Karena hujan merupakan rahmat yang diberikan Allah."
Bila hujan turun semakin deras dan dikhawatirkan akan terjadi banjir, seorang muslim hendaknya melantunkan doa "Allahumma hawailaina wa laa alaina. Allahumma alal akami wal jibaali, waz zhirabi, wa buthuunil awdiyati, wa manabitis syajari."
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon."
Sedangkan angin juga merupakan nikmat Allah yang mendatangkan rahmat dan dapat membawa ujian. Karenanya, bila mendapati angin kencang hendaknya memperbanyak dzikir dan doa agar angin kencang tidak memabwa malapetaka yang menghancurkan.
Dari Abu Hurairah berkata, "ia mendengar Rasulullah bersabda, "Angin adalah nikmat dari Allah yang kadang mendatangkan rahmat dan kadang mendatangkan ujian. Karena itu apabila kalian menyaksikan, maka jangan dicaci maki,".
"Tapi perbanyaklah meminta kepada Allah kebaikan dengan adanya angin dan memohon perlindungan kepada-Nya dari angin yang tidak baik."
Pada riwayat lain dijelaskan, Nabi Muhammad ketika menghadapi angin yang sangat kencang, berdoa "Allaahumma laqhan walaa 'aqaman." Artinya, "Ya Allah, jadikanlah ini sebagai angin ini membawa air (turun hujan) dan tidak membawa malapetaka."
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca esktrem akibat masa pancaroba. Cuaca ekstrem yang dapat terjadi berupa hujan ringan, hujan disertai petir, angin kencang, dan hujan es.
(bal)