home sosok muslim

Menag Nasaruddin Umar Sebut Pemikiran KH Ma'ruf Amin Jadi Pilar Moderasi Beragama

Kamis, 06 Agustus 2026 - 17:18 WIB
(Dok: Kemenag)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar, menghadiri peluncuran dan bedah buku berjudul "Fikrah, Manhaj, dan Harakah Nahdliyah Dalam Perspektif K.H. Ma'ruf Amin," di Jakarta. Sesuai judul, buku ini mengkaji pemikiran (Fikrah), metodologi (Manhaj), dan gerakan (Harakah) moderat KH Ma'ruf Amin dalam merawat persatuan bangsa.

Menag menekankan bahwa konsep Fikrah Nahdliyah yang mengedepankan asas Tawassuth (moderat), Tasamuh (toleran), dan Tawazun (seimbang) merupakan pondasi penting bagi kerukunan umat beragama. Menag menyebut K.H. Ma'ruf Amin sebagai sosok ulama sekaligus organisatoris yang mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam solusi kebangsaan dan ekonomi syariah yang konkret.

"Beliau tidak hanya mewariskan organisasi, tetapi mewariskan cara berpikir, manhaj para ulama, dan ruh khidmah bagi bangsa. Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, buku ini mengingatkan kita untuk merenungkan ke mana arah perjalanan umat, memegang teguh sanad keilmuan, dan mengokohkan gerakan pemberdayaan berbasis pesantren," jelas Menag di Jakarta,dikutip Kamis (6/8/2026).

Menag berharap acara ini menjadi momentum kebangkitan literasi di kalangan santri dan kiai, agar warisan keilmuan ulama Nusantara terus terjaga kemurniannya namun tetap adaptif dalam menjawab dinamika sosial masyarakat modern.

Sementara itu, K.H. Ma'ruf Amin dalam arahannya menekankan bahwa Nahdlatul Ulama, pesantren, dan institusi keagamaan pada umumnya tidak boleh sekadar menjadi ornamen sejarah. Ia menegaskan agar umat Islam senantiasa menjaga Harakah Diniyah (gerakan keagamaan), Wathaniyah (kebangsaan), dan Iqtishadiyah (pemberdayaan ekonomi).

"Jangan sampai kita hanya bangga pada masa lalu dan kehilangan relevansi di masa depan. Kita harus menjadi penjaga keberagamaan yang adil (himayatul ummah) sekaligus pelopor perbaikan peradaban," pesan K.H. Ma'ruf Amin di hadapan ratusan tokoh ulama, kiai, dan akademisi yang hadir.

Buku karya Siti Haniatunnisa (Putri K.H. Ma'ruf Amin) dan H. Muhammad Zainal Arifin, S.Pd.I, S.H., M.H. ini bertujuan mendokumentasikan perjalanan dan pemikiran K.H. Ma'ruf Amin mengenai Nahdlatul Ulama (NU).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya