Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 21 September 2026
home wirausaha syariah detail berita

Gebrakan Purbaya Mewariskan Penerimaan Negara yang Meningkat Pesat

tim langit 7 Senin, 21 September 2026 - 08:03 WIB
Gebrakan Purbaya Mewariskan Penerimaan Negara yang Meningkat Pesat
Oleh: Prof Dr Bambang Setiaji

LANGIT7.ID-Menjabat hanya satu tahun, Purbaya mewariskan penerimaan negara yang meningkat. Sebagaimana dibahas dalam buku Presiden Strategi Transformasi Bangsa salah satu problem negara kita adalah penerimaan pajak dan total penerimaan negara dibanding pendapatan nasional yang rendah. Pada tahun 2024 rasio pajak terhadap PDB Indonesia hanya 9,1 persen jika ditambah penerimaan lain menjadi sebesar 11,8 persen. Bandingkan dengan Filipina yang memiliki sumber daya alam lebih kecil rasio tersebut sebesar 15,4 persen, sementara Kamboja (16,4 persen dan 18,1 persen), Malaysia (11,2 persen 15,1 persen), dan Thailand (14,3 persen & 18,5 persen).

Mengapa hasil pemungutan pajak dan penerimaan non pajak di Indonesia kecil? Tentu hal ini terdapat beberapa masalah yang tidak tunggal, pertama, hal tersebut terjadi karena tax base atau jumlah pembayar pajak total relatif kecil, yang menunjukkan kinerja direktorat pajak dan cukai yang lemah. Kedua, bisnis-bisnis yang lemah terdiri dari UMKM bersifat informal atau black economy. Dan hal ini ada benarnya, bahwa sebagian besar bentuk usaha kita informal tak terdaftar atau black economy. Ciri usaha informal adalah hanya usaha survival saja, usaha untuk hidup hari ini, dan tidak memperhitungkan gaji. Gajinya adalah laba atau sisa usahanya. Terjadinya usaha informal yang sangat besar juga disebabkan oleh masalah struktural yaitu ekonomi yang elitis di mana sebagai besar kekayaan yaitu sekitar 66 persen dimiliki oleh 10 persen teratas dan 30 terbawah hanya memiliki kekayaan kurang dari 1 persen. Lapisan terbawah hanya memiliki kekayaan dirinya atau tenaganya sebagai pekerja murah yang bersedia dibayar kecil di sektor-sektor yang tidak menguntungkan dan berjubel. Penyebab ketiga dan patut dicurigai bahwa penerimaan pajak dan penerimaan non pajak yang terjadi karena sektor-sektor menguntungkan tidak membayar pajak dan non pajak sebagaimana mestinya.

Masalah terakhir di atas yang menjadi perhatian Purbaya dan direalisasikan dengan berani. Pertama sebagaimana diberitakan saat Purbaya rapat dengar pendapat dengan para senator, beliau menemukan transaksi cash atau nonbank, sehingga tidak bisa dilacak oleh Cortex yang basisnya transaksi transfer. Kedua, Purbaya sedang melakukan mutasi besar-besaran supaya petugas pajak dan klien tidak melakukan cheap talk. Interaksi yang terlalu lama antara petugas dan klien kemudian berkompromi. Dugaan ini ada benarnya melihat data makro bahwa penerimaan pajak dan non pajak yang kecil. Akhir-akhir ini juga terdapat berita di mana wartawan menemukan peredaran cukai aspal. Jika wartawan yang swasta dan volunter bisa menemukan masalah tersebut tentu aparat memiliki data lebih lengkap. Menggambarkan betapa tidak mudahnya apa yang dihadapi oleh menteri keuangan.

Keberanian Purbaya yang boleh dikatakan sendirian dan waktu yang sangat singkat pantas dicatat dengan tinta emas. Penerimaan pajak pada paruh 2026 meningkat 30 persen. Jika dilanjutkan, maka ketertinggalan yang dibahas di atas bisa diatasi, termasuk juga problem hutang yang besar akan dapat diatasi dengan penerimaan negara yang meningkat tajam.

Simpati masyarakat luar biasa, beberapa lagu ditulis bak pahlawan, dan juru selamat di masa datang. Pemecatannya memberi modal politik yang sangat besar. Modal politik Purbaya adalah riil bekerja bukan permainan media sosial. Mengenai kontroversi Purbaya yang mengumbar janji dan melakukan transparansi setiap langkah yang sangat berbeda dengan menteri keuangan lain yang penuh misteri, langkah Purbaya tersebut ada dasar teori ilmiahnya.

Dalam teori ekspektasi rasional lebih baik pemerintah transparan atau terbuka, misalnya sedang menggelontor dana ke pasar, supaya masyarakat bisnis bisa merespons dengan langkah positif. Jika menteri keuangan misterius masyarakat akan menduga-duga dan melakukan spekulasi-spekulasi bisnis. Keduanya adalah pilihan karena ada yang untung ruginya. Keuntungan berlaku misterius bahwa ketika tidak punya uang, dikira masih punya uang sehingga masyarakat masih berperilaku positif.

Dengan modal politik yaitu menteri keuangan paling populer sepanjang sejarah, dan modal politik terzalimi, dan pembela kebenaran pemberantas korupsi yang menjadi musuh bersama, Purbaya sangat mungkin direkrut oleh partai besar. Perpaduan KDM Purbaya bisa menjadi duet yang sangat berbahaya pada 2029.

(Ketua Diktilitbang PP Muhammadiyah)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 21 September 2026
Imsak
04:18
Shubuh
04:28
Dhuhur
11:49
Ashar
15:00
Maghrib
17:52
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan