Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 25 September 2026
home global news detail berita

Pembangunan dan Masalah Kebahagiaan

tim langit 7 Jum'at, 25 September 2026 - 07:23 WIB
Pembangunan dan Masalah Kebahagiaan
Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7.ID-Mishal Husain bertanya kepada mantan menteri luar negeri Singapura, mengapa Singapura sebagai salah satu dari 20 negara terkaya di dunia tapi tidak bahagia. Lalu sang mantan menteri yang ditanya dengan tersenyum menjawab bahwa itu terjadi karena Lee Kuan Yew Bapak pembangunan Singapura tidak pernah menjanjikan kepada rakyatnya kebahagiaan. Dia hanya menjanjikan pembangunan ekonomi, infrastruktur, pendidikan dan lain-lainnya.

Hal yang sama tampaknya juga kita alami sehingga kita terlihat sangat sibuk melakukan pembangunan dan mengejar pertumbuhan ekonomi. Padahal kita tahu pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak otomatis akan bisa membuat kita memiliki tingkat kebahagiaan yang sebanding dengan itu karena kita tahu tingkat kebahagiaan biasanya sangat terkait dengan masalah pemahaman kita akan makna hidup, adanya relasi yang baik dan hangat dengan sesama serta tidak adanya ancaman yang menimbulkan ketakutan dan kerisauan pada diri kita.

Untuk itu yang perlu kita sadari dalam menjalankan pembangunan adalah bahwa yang kita cari tidak hanya kemajuan dalam aspek fisik dan material saja tapi juga aspek kebahagiaan bagi rakyat kita.

Mengapa demikian? Karena materi hanyalah alat, sedangkan kebahagiaan adalah salah satu tujuan dari kehidupan manusia. Di sinilah kita perlu mencamkan dengan baik pesan-pesan dari orang arif bijaksana yang telah mengatakan bahwa kekayaan sejati itu tidaklah dilihat dari banyaknya uang dan harta yang kita miliki tetapi kekayaan sejati adalah adanya ketenangan hati dan kebahagiaan yang senantiasa mau bersyukur. Untuk itu agar tujuan tersebut bisa tercapai, orang-orang arif tersebut telah berpesan agar kita dalam mencari harta carilah harta yang berkah, yaitu harta yang kita dapat dengan cara halal dan tidak melanggar hukum karena menurut mereka harta yang seperti itulah yang akan bisa membuat kita bahagia dan bisa terhindar dari stres dan penderitaan. Di sinilah kita perlu mengingatkan pemerintah agar dalam melaksanakan pembangunan, pemerintah jangan hanya menekankan aspek fisik material saja tapi juga harus memperhatikan aspek dan dimensi kebahagiaan sebagai sesuatu yang sangat esensial dan terdalam dari kesejahteraan yang kita cita-citakan. Untuk itu pemerintah kita harapkan agar jangan hanya sibuk mengukur keberhasilan pembangunan dari aspek Produk Domestik Bruto (PDB), pendapatan per kapita dan pembangunan infrastruktur yang sudah mereka kerjakan saja tapi juga harus bisa memasukkan konsep indeks kebahagiaan guna melengkapi dan menutup kekurangan model pembangunan konvensional yang ada selama ini.

Dalam mengukur indeks kebahagiaan suatu masyarakat atau bangsa ada tiga aspek kebahagiaan yang perlu kita perhatikan. Pertama, aspek afeksi atau perasaan, berupa rasa senang dan rendahnya tingkat kekhawatiran serta kecemasan yang dihadapi warga masyarakat dalam segala aspek kehidupannya.

Kedua, aspek makna hidup yang akan mendorong warga bangsa untuk dapat menerima keadaan yang mereka alami secara positif serta mampu menciptakan diri mereka untuk bisa hidup bersama masyarakat dan lingkungannya dengan aman tentram dan damai.

Ketiga, adanya kepuasan hidup yang dialami oleh para warga dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta adanya lingkungan yang asri yang mampu menyediakan air dan udara yang bersih, serta ruang terbuka yang hijau dan sehat bagi seluruh rakyatnya.

(Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 25 September 2026
Imsak
04:16
Shubuh
04:26
Dhuhur
11:48
Ashar
14:57
Maghrib
17:51
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan