Biomassa Lignoselulosa Sumber Energi dan Bahan Maju Terbarukan Masa Depan
Mahmuda attar hussein
Ahad, 24 Oktober 2021 - 13:00 WIB
Ilustrasi biomassa lignoselulosa. Foto: Langit7/Istock
Biomassa lignoselulosa dapat menjadi bahan energi dan bahan maju terbarukan di masa mendatang. Ia menyebut, biomassa lignoselulosa merupakan sumber energi biomassa generasi kedua.
“Bioenergi generasi pertama didominasi oleh bioetanol yang berbasis pada gula dan pati, padahal bahan ini masih kita gunakan sebagai sumber pangan,” ujar Profesor Nyoman J Wistara, Guru Besar IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Minggu (24/10).
Lebih lanjut, Prof Nyoman menjelaskan, komponen biomassa lignoselulosa terdiri atas selulosa, hemiselulosa dan lignin. Komponen ini merupakan polimer alami paling berlimpah di bumi.
Baca juga: Kaya Asam Lemak Omega 3, Ini Jenis Ikan Terbaik untuk Dikonsumsi
Struktur komposit ini, kata Prof Nyoman, menyebabkan biomassa lignoselulosa bersifat membandel (recalcitrant) dan memerlukan praperlakuan supaya dapat dikonversi menjadi bioetanol. Ia menyebut, praperlakuan fisis, mekanis, biologis, kimia dan kombinasinya telah dilakukan terhadap beragam biomassa lignoselulosa seperti kayu jabon, mengkuang dan kecombrang sebelum dikonversi menjadi bioetanol.
“Namun, belum ada satu metode yang dipergunakan, dapat menghasilkan produktivitas bioetanol yang memuaskan,” tambah Prof Nyoman.
Ia pun menyebut, tahap paling krusial dalam konversi biomassa lignoselulosa menjadi bioetanol adalah tahap hidrolisis. Menurutnya, metode untuk menghidrilisis selulosa secara sempurna masih perlu dikembangkan.
“Bioenergi generasi pertama didominasi oleh bioetanol yang berbasis pada gula dan pati, padahal bahan ini masih kita gunakan sebagai sumber pangan,” ujar Profesor Nyoman J Wistara, Guru Besar IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Minggu (24/10).
Lebih lanjut, Prof Nyoman menjelaskan, komponen biomassa lignoselulosa terdiri atas selulosa, hemiselulosa dan lignin. Komponen ini merupakan polimer alami paling berlimpah di bumi.
Baca juga: Kaya Asam Lemak Omega 3, Ini Jenis Ikan Terbaik untuk Dikonsumsi
Struktur komposit ini, kata Prof Nyoman, menyebabkan biomassa lignoselulosa bersifat membandel (recalcitrant) dan memerlukan praperlakuan supaya dapat dikonversi menjadi bioetanol. Ia menyebut, praperlakuan fisis, mekanis, biologis, kimia dan kombinasinya telah dilakukan terhadap beragam biomassa lignoselulosa seperti kayu jabon, mengkuang dan kecombrang sebelum dikonversi menjadi bioetanol.
“Namun, belum ada satu metode yang dipergunakan, dapat menghasilkan produktivitas bioetanol yang memuaskan,” tambah Prof Nyoman.
Ia pun menyebut, tahap paling krusial dalam konversi biomassa lignoselulosa menjadi bioetanol adalah tahap hidrolisis. Menurutnya, metode untuk menghidrilisis selulosa secara sempurna masih perlu dikembangkan.