Di Balik Temuan 995 Senjata Api di Sekolah, Kronologi dan Siapa Pemiliknya
Lusi mahgriefie
Sabtu, 08 Agustus 2026 - 10:03 WIB
Foto: istimewa
Telah ditemukan 995 senjata api (senpi) di sebuah ruangan sekolah swasta wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat (10/7) lalu. Sontak kabar ini menjadi ramai dan publik mempertanyakan mengapa bisa ada senpi sebanyak itu di sekolah dan siapa pemiliknya?
Tidak hanya jumlah senpi yang fantastis namun perihal lokasi penemuan tentunya menimbulkan tanda tanya besar, pasalnya barang-barang tersebut ditemukan di area yang selama ini digunakan sebagai lingkungan pendidikan mulai dari jenjang TK hingga SMA.
Selain senpi, bahkan ditemukan pula narkoba serta konten asusila dalam rangkaian penggeledahan yang dilakukan di lokasi. Lantas bagaimana akhirnya barang-barang tersebut bisa terungkap?
Kronologi Penemuan 995 Senpi di Sekolah
Pertama kali terungkap setelah pihak Yayasan sekolah yang belakangan disebutkan Sekolah Islam Harapan Ibu di Pondok Pinang, Jakarta Selatan itu membuka paksa salah satu ruangan yang sebelumnya dikuasai mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD.
Tujuan membuka ruangan yakni untuk mengambil perlengkapan sekolah, namun yang terjadi malah justru mereka menemukan ratusan senjata yang tersimpan rapi.
Baca juga:Trump Kesal Diberi Laporan Palsu Soal Stok Senjata yang Ternyata Menipis Selama Melawan Iran
Tidak hanya jumlah senpi yang fantastis namun perihal lokasi penemuan tentunya menimbulkan tanda tanya besar, pasalnya barang-barang tersebut ditemukan di area yang selama ini digunakan sebagai lingkungan pendidikan mulai dari jenjang TK hingga SMA.
Selain senpi, bahkan ditemukan pula narkoba serta konten asusila dalam rangkaian penggeledahan yang dilakukan di lokasi. Lantas bagaimana akhirnya barang-barang tersebut bisa terungkap?
Kronologi Penemuan 995 Senpi di Sekolah
Pertama kali terungkap setelah pihak Yayasan sekolah yang belakangan disebutkan Sekolah Islam Harapan Ibu di Pondok Pinang, Jakarta Selatan itu membuka paksa salah satu ruangan yang sebelumnya dikuasai mantan Ketua Pengurus Yayasan berinisial IWD.
Tujuan membuka ruangan yakni untuk mengambil perlengkapan sekolah, namun yang terjadi malah justru mereka menemukan ratusan senjata yang tersimpan rapi.
Baca juga:Trump Kesal Diberi Laporan Palsu Soal Stok Senjata yang Ternyata Menipis Selama Melawan Iran