Transformasi Ekonomi Kita Salah Arah ?
Tim langit 7
Senin, 10 Agustus 2026 - 07:45 WIB
(Dok: Istimewa)
Oleh: Prof Dr Bambang Setiaji
LANGIT7.ID-Kemajuan ekonomi tercermin dari perubahan sumbangan tiga sektor utama, yaitu primer yang berbasis pada pengambilan sumber alam, sektor sekunder yang berbasis industri pengolahan, setelah industri pengolahan matang negara maju masuk ke jasa jasa. Dengan demikian komposisi PDB suatu negara yang semula dominan pada sektor primer berubah ke sektor sekunder dan kemudian berubah menjadi ekonomi jasa jasa.
Perubahan ini perlu dicermati karena bisa salah arah, kemajuan negara negara yang mantab seharusnya memasuki sektor ketiga yaitu menurunnya proporsi PDB sektor industri pengolahan dikarenakan cepatnya industri jasa mengalami transformasi teknologi. Khususnya yang berbasis semula komputerisasi kemudian internet dan sekarang AI yang berkembang pesat.
Ekonomi jasa berkembang karena sektor pertanian yang kuat yang terindustrialisasi dan berbasis teknologi permesinan dan sekarang dikombinasi sensor dan kecerdasan buatan, dan demikian juga industri manufaktur yang sudah dilalui. Robotisasi di kedua sektor menghasilkan produksi yang justru meningkat sehingga ketika masyarakat memasuki sektor ketiga pada industri jasa jasa, sebenarnya adalah cara mendistribusi produksi hasil alam dan pengolahan berteknologi dengan pencetakan uang, upah, bunga, sewa, ide dan kreativitas.
Negara yang salah arah ketika masuk di sektor jasa karena pendesakan daya dorong sektor pertanian yang tidak lagi efisien dan menguntungkan, sektor industri yang kalah bersaing memasuki deindustrialisasi dalam arti yang sesungguhnya. Industri terbagi dua kelompok yang pertama relatif stabil karena melayani kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman, serta industri yang mengalami disrupsi perubahan tinggi karena perkembangan teknologi seperti misalnya industri telekomunikasi dan transportasi. Persaingan mobil listrik misalnya mengalami perlombaan temuan yang sangat ketat.
Persaingan teknologi dunia menyebabkan kita mengalami deindustrialisasi dini yaitu penurunan sebelum berkembang karena kekuatan teknologi. Dicirikan oleh menurunnya PDB sektor industri dari 30 persen pada tahun 2000 menjadi 19 persen sekarang. Persentase pekerja di industri pengolahan tidak bertambah signifikan. Sebaliknya, banyak tenaga kerja berpindah ke sektor jasa berproduktivitas rendah seperti pada subsektor perdagangan informal, restoran kecil, ojol. Pada perdagangan internasional juga terlihat ekspor melemah dibanding dengan ekspor komoditas seperti batubara, nikel, CPO, dan komoditas mentah atau setengah jadi. Proses transformasi teknologi di sektor industri pengolahan yang melemah. Nilai tambah per pekerja di industri tidak meningkat siginifikan. Dicerminkan juga oleh pilihan atau curahan investasi yang dominan pada pertambambangan, properti, dan jasa dan termasuk judi dan spekulasi yang menonjol.
Negara yang semakin maju memang ditandai oleh meningkatnya sumbangan sektor jasa sehingga lebih dominan dari dua sektor yang lain. Namun tidak disebabkan oleh melemahnya sektor industri pengolahan. Atau bisa dikatakan industri pertanian dan pengolahan terus meningkat tetapi industri jasa meningkat lebih pesat.
LANGIT7.ID-Kemajuan ekonomi tercermin dari perubahan sumbangan tiga sektor utama, yaitu primer yang berbasis pada pengambilan sumber alam, sektor sekunder yang berbasis industri pengolahan, setelah industri pengolahan matang negara maju masuk ke jasa jasa. Dengan demikian komposisi PDB suatu negara yang semula dominan pada sektor primer berubah ke sektor sekunder dan kemudian berubah menjadi ekonomi jasa jasa.
Perubahan ini perlu dicermati karena bisa salah arah, kemajuan negara negara yang mantab seharusnya memasuki sektor ketiga yaitu menurunnya proporsi PDB sektor industri pengolahan dikarenakan cepatnya industri jasa mengalami transformasi teknologi. Khususnya yang berbasis semula komputerisasi kemudian internet dan sekarang AI yang berkembang pesat.
Ekonomi jasa berkembang karena sektor pertanian yang kuat yang terindustrialisasi dan berbasis teknologi permesinan dan sekarang dikombinasi sensor dan kecerdasan buatan, dan demikian juga industri manufaktur yang sudah dilalui. Robotisasi di kedua sektor menghasilkan produksi yang justru meningkat sehingga ketika masyarakat memasuki sektor ketiga pada industri jasa jasa, sebenarnya adalah cara mendistribusi produksi hasil alam dan pengolahan berteknologi dengan pencetakan uang, upah, bunga, sewa, ide dan kreativitas.
Negara yang salah arah ketika masuk di sektor jasa karena pendesakan daya dorong sektor pertanian yang tidak lagi efisien dan menguntungkan, sektor industri yang kalah bersaing memasuki deindustrialisasi dalam arti yang sesungguhnya. Industri terbagi dua kelompok yang pertama relatif stabil karena melayani kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman, serta industri yang mengalami disrupsi perubahan tinggi karena perkembangan teknologi seperti misalnya industri telekomunikasi dan transportasi. Persaingan mobil listrik misalnya mengalami perlombaan temuan yang sangat ketat.
Persaingan teknologi dunia menyebabkan kita mengalami deindustrialisasi dini yaitu penurunan sebelum berkembang karena kekuatan teknologi. Dicirikan oleh menurunnya PDB sektor industri dari 30 persen pada tahun 2000 menjadi 19 persen sekarang. Persentase pekerja di industri pengolahan tidak bertambah signifikan. Sebaliknya, banyak tenaga kerja berpindah ke sektor jasa berproduktivitas rendah seperti pada subsektor perdagangan informal, restoran kecil, ojol. Pada perdagangan internasional juga terlihat ekspor melemah dibanding dengan ekspor komoditas seperti batubara, nikel, CPO, dan komoditas mentah atau setengah jadi. Proses transformasi teknologi di sektor industri pengolahan yang melemah. Nilai tambah per pekerja di industri tidak meningkat siginifikan. Dicerminkan juga oleh pilihan atau curahan investasi yang dominan pada pertambambangan, properti, dan jasa dan termasuk judi dan spekulasi yang menonjol.
Negara yang semakin maju memang ditandai oleh meningkatnya sumbangan sektor jasa sehingga lebih dominan dari dua sektor yang lain. Namun tidak disebabkan oleh melemahnya sektor industri pengolahan. Atau bisa dikatakan industri pertanian dan pengolahan terus meningkat tetapi industri jasa meningkat lebih pesat.