Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu, Disebut Gegara Perilaku Tak Pantas
Esti setiyowati
Senin, 10 Agustus 2026 - 15:56 WIB
Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu, Disebut Gegara Perilaku Tak Pantas. Foto: Instagram
Sultan Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, mencabutgelar kerajaan sang menantu, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah.
Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah merupakan istri dari Pangeran 'Abdul Malik Hassanal Bolkiah. Sultan Bolkiah meminta gelar “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri” milik menantunya dicabut dengan segera.
Pencabutan gelar tersebut diumumkan oleh Kantor Grand Chamberlain, lembaga yang menangani urusan rumah tangga dan protokol kerajaan Brunei.
Baca juga: Sultan Brunei pemilik 7.000 mobil mewah dengan kekayaan Rp 750 triliun. Istana megahnya pecahkan rekor dunia. Biaya potong rambut Rp 300 juta!
Pelaksana Grand Chamberlain, Pengiran Haji Raffizanna Pengiran Haji Razali, mengatakan keputusan tersebut merupakan titah atau perintah langsung dari Sultan Hassanal Bolkiah.
Menurut laporan RTB News, pencabutan gelar dilakukan setelah adanya tindakan Pengiran Raabi'atul Adawiyyah yang dinilai tidak pantas dilakukan oleh seorang istri anggota keluarga kerajaan.
Tindakan tersebut juga dinilai telah mencoreng nama baik kerajaan serta menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap Sultan Hassanal Bolkiah.
Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah merupakan istri dari Pangeran 'Abdul Malik Hassanal Bolkiah. Sultan Bolkiah meminta gelar “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri” milik menantunya dicabut dengan segera.
Pencabutan gelar tersebut diumumkan oleh Kantor Grand Chamberlain, lembaga yang menangani urusan rumah tangga dan protokol kerajaan Brunei.
Baca juga: Sultan Brunei pemilik 7.000 mobil mewah dengan kekayaan Rp 750 triliun. Istana megahnya pecahkan rekor dunia. Biaya potong rambut Rp 300 juta!
Pelaksana Grand Chamberlain, Pengiran Haji Raffizanna Pengiran Haji Razali, mengatakan keputusan tersebut merupakan titah atau perintah langsung dari Sultan Hassanal Bolkiah.
Menurut laporan RTB News, pencabutan gelar dilakukan setelah adanya tindakan Pengiran Raabi'atul Adawiyyah yang dinilai tidak pantas dilakukan oleh seorang istri anggota keluarga kerajaan.
Tindakan tersebut juga dinilai telah mencoreng nama baik kerajaan serta menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap Sultan Hassanal Bolkiah.