home edukasi & pesantren

Riset Mahasiswa FT Tembus Prancis, Kembangkan Jaringan Telekomunikasi Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:33 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Mahasiswa Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB), Irfan Dzaki Fajarhari dan Syafiqa Aurelia Satisma, berhasil mengikuti Student Research Visit melalui program Universitas Brawijaya Students Academic Research Scheme (UB STARS) yang diselenggarakan oleh International Office Universitas Brawijaya melalui Global Academic Engagement (GAE). Program tersebut membawa keduanya melaksanakan riset kolaboratif internasional di Laboratoire d'Informatique, Signaux et Systèmes de Sophia Antipolis (i3S), Université Côte d'Azur, Prancis, di bawah bimbingan Associate Professor Ramon Aparicio-Pardo serta dosen pembimbing dari FTUB, Dr. Fakhriy Hario Partiansyah, S.T., M.T., IPM.

Selama mengikuti program, kedua mahasiswa mengembangkan penelitian berjudul "Multi-Objective Techno-Economic Optimization of a Climate Risk-Aware Hybrid Fiber Optic–Microwave Backbone Network Palapa Ring Timur, Papua." Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan jaringan backbone telekomunikasi berbasis hybrid fiber optik dan microwave yang mampu bertahan terhadap berbagai risiko perubahan iklim. Kajian ini mengambil studi kasus Palapa Ring Timur di Papua, wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, curah hujan ekstrem, hingga kenaikan muka air laut yang berpotensi mengganggu infrastruktur telekomunikasi.

Dalam riset tersebut, Irfan dan Syafiqa mengembangkan framework optimasi multiobjektif yang mengintegrasikan Climate Risk Assessment Index (CRAI) ke dalam proses perencanaan jaringan. Pendekatan tersebut dirancang untuk menghasilkan desain jaringan yang tidak hanya memiliki tingkat ketahanan tinggi terhadap gangguan akibat perubahan iklim, tetapi juga efisien dari sisi investasi (Capital Expenditure/CAPEX) maupun biaya operasional. Berbagai metode komputasi modern diterapkan dalam penelitian ini, mulai dari pemodelan risiko iklim berbasis data geospasial, traffic engineering, perancangan topologi jaringan, hingga optimasi menggunakan Mixed Integer Linear Programming (MILP) dengan perangkat lunak IBM ILOG CPLEX Optimization Studio.

Bagi Irfan Dzaki Fajarhari, kesempatan mengikuti UB STARS menjadi pengalaman akademik yang sangat berharga karena memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam lingkungan riset internasional sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan teknologi telekomunikasi masa depan.

"Program UB STARS memberikan pengalaman yang luar biasa bagi kami. Tidak hanya belajar melakukan riset di laboratorium berstandar internasional, kami juga berdiskusi langsung dengan para peneliti dari berbagai negara mengenai pengembangan jaringan telekomunikasi generasi berikutnya. Harapannya, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan infrastruktur telekomunikasi Indonesia yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim, khususnya di wilayah timur Indonesia," kata Irfan Dzaki Fajarhari dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Selain melakukan penelitian, kedua mahasiswa juga mengikuti berbagai aktivitas akademik bersama para peneliti di Laboratoire i3S, mulai dari diskusi ilmiah, validasi model penelitian, evaluasi hasil simulasi, hingga penyusunan publikasi ilmiah internasional. Interaksi tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat jejaring akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi riset antara Universitas Brawijaya dan Université Côte d'Azur pada masa mendatang. Seluruh rangkaian kegiatan juga mendukung penyelesaian tugas akhir mahasiswa melalui bimbingan langsung dari peneliti internasional.

Meski menghadapi sejumlah tantangan selama berada di Prancis, seperti gelombang panas (heatwave), tingginya biaya hidup, serta proses adaptasi terhadap budaya kerja dan sistem penelitian di lingkungan akademik internasional, kedua mahasiswa mengaku memperoleh banyak pengalaman yang memperkuat kemampuan akademik maupun personal mereka. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam meningkatkan kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, serta membangun kemandirian sebagai peneliti muda yang siap bersaing di tingkat global.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya