home global news

Fadli Zon Dorong Ahli Engineering Ikut Perkuat Pemajuan Kebudayaan Indonesia

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:10 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon hadir sebagai pembicara utama dalam Public Lecture KaryaRaya FT UI 2026: A Celebration of Art, Culture, Innovation, and Legacy, yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) di Auditorium K301 Adi Karsa Keteknikan, Depok.

KaryaRaya FT UI 2026 merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-62 Fakultas Teknik UI yang berlangsung pada 10 hingga 14 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan tersebut antara lain menghadirkan WasteART by Alif Priyono, Pameran Mural Mahasiswa, Pameran Fotografi Dosen FT UI, Vernacular Documentation (VERNADOC), serta Bazaar Sivitas Akademik FT UI. Selain itu, kegiatan ini juga dimeriahkan berbagai penampilan spesial yang memadukan seni, musik, tari, film dokumenter, hingga karya kreatif sivitas akademika FT UI.

Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang telah menghadirkan ruang untuk meningkatkan perhatian terhadap kesenian dan kebudayaan. Menbud turut menyoroti visi Fakultas Teknik UI yaitu Unggul, Berdaya, Berjaya, dan Berbudaya. Menurutnya, visi tersebut sejalan dengan upaya pemajuan kebudayaan yang tidak dapat dilepaskan dari peran ilmu keteknikan.

Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem kebudayaan. Kampus menjadi ruang dialog dan tempat bertemunya berbagai gagasan, riset, profesi, dan generasi yang dapat melahirkan inovasi serta memperkuat hubungan antara kebudayaan dan berbagai disiplin ilmu.

“Teknik dengan budaya itu tidak bisa dipisahkan. Bahkan di dalam Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017, teknologi tradisional itu termasuk salah satu dari sepuluh objek pemajuan kebudayaan. Fakultas Teknik UI dan Kementerian Kebudayaan sudah bermitra untuk revitalisasi berbagai situs cagar budaya. Tak hanya situs cagar budaya, ada juga Warisan Budaya Takbenda di antaranya teknologi tradisional, permainan, pangan lokal. Hilirisasi budaya penting dan membutuhkan ahli-ahli di bidang STEM. Oleh karena itu, saya mendorong ahli-ahli engineering untuk membantu menemukan jati diri bangsa,” ungkap Menbud.

Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Teknik UI yang menilai bahwa keilmuan teknik juga perlu memiliki kepekaan terhadap dinamika sosial dan kebudayaan. KaryaRaya sebagai salah satu rangkaian Dies Natalis Fakultas Teknik UI merupakan ruang bagi sivitas akademika FT UI untuk melihat lebih banyak perspektif dan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Seorang insan teknik tidak hanya dituntut untuk merancang dan membangun, tetapi juga memahami kebudayaan, membaca arah industri, memahami dinamika ekonomi, serta memiliki kepekaan terhadap perubahan masyarakat. Teknologi lahir dari budaya dan juga memengaruhi budaya. Inilah yang ingin terus kami tumbuhkan di FT UI, yaitu budaya akademik yang tidak hanya kuat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga terbuka, adaptif, kreatif, dan memiliki keberpihakan pada kemajuan Indonesia.”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya