Korban Gempa Kolombia Bertambah: 181 Orang Meninggal, 2.600 Luka, dan 200 Orang Hilang, Status Darurat Ditetapkan
Lusi mahgriefie
Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:28 WIB
Foto: PBS
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang melanda Kolombia pada hari Senin (10/8), merupakan yang terparah pada abad ini, menurut Layanan Geologi Nasional. Menurut catatan resmi, korban tewas tercatat ada 181 orang dan kemungkinan akan bertambah. Sementara korban luka-luka hampir 2.600 orang dan 200 orang masih dinyatakan hilang.
Memasuki hari kedua setelah bencana tersebut melanda, tim penyelamat di Kolombia berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi para penyintas yang terjebak di dalam bangunan, dan di bawah reruntuhan akibat gempa bumi dahsyat yang terjadi.
Lebih dari 180 orang dipastikan tewas, yang sebagian besar di kota Cali dan Pereira.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 itu terjadi pada pukul 07.34 (12.34 GMT) hari Senin dan guncangannya terasa di wilayah yang sangat luas, membentang hingga ratusan mil di wilayah barat Kolombia. Bahkan gempa susulan pun masih terus terasa hingga hari Selasa (11/8).
Atas bencana tersebut Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella telah menetapkan status darurat.
Baca juga:Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, 132 Tewas dan 570 Luka-luka
Dalam pembaruan informasi yang disampaikan pada hari Selasa dari Pereira, salah satu kota yang terdampak paling parah, Presiden Espriella menyatakan bahwa selain korban tewas, hampir 2.600 orang mengalami luka-luka dan hampir 200 orang masih dinyatakan hilang.
Memasuki hari kedua setelah bencana tersebut melanda, tim penyelamat di Kolombia berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi para penyintas yang terjebak di dalam bangunan, dan di bawah reruntuhan akibat gempa bumi dahsyat yang terjadi.
Lebih dari 180 orang dipastikan tewas, yang sebagian besar di kota Cali dan Pereira.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 itu terjadi pada pukul 07.34 (12.34 GMT) hari Senin dan guncangannya terasa di wilayah yang sangat luas, membentang hingga ratusan mil di wilayah barat Kolombia. Bahkan gempa susulan pun masih terus terasa hingga hari Selasa (11/8).
Atas bencana tersebut Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella telah menetapkan status darurat.
Baca juga:Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, 132 Tewas dan 570 Luka-luka
Dalam pembaruan informasi yang disampaikan pada hari Selasa dari Pereira, salah satu kota yang terdampak paling parah, Presiden Espriella menyatakan bahwa selain korban tewas, hampir 2.600 orang mengalami luka-luka dan hampir 200 orang masih dinyatakan hilang.