Fadli Zon: Keberagaman Budaya Jadi Kekuatan Indonesia di Gita Bahana Nusantara
Tim langit 7
Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:53 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Dalam rangka menyambut HUT RI ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan Konser Kemerdekaan Gita Bahana Nusantara 2026. Berlangsung di Lapangan Panahan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, konser ini menampilkan 182 peserta Gita Bahana Nusantara 2026 yang merupakan putra-putri terpilih dari 30 provinsi di Indonesia.
Hadir secara langsung pada konser tersebut, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada peserta Gita Bahana Nusantara 2026 yang telah memberikan penampilan terbaik di hari ini maupun pada HUT RI ke-81 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus mendatang. Hadirnya Gita Bahana Nusantara 2026 membuktikan bahwa Indonesia memiliki talenta-talenta muda yang tersebar di seluruh Indonesia yang berbakat di bidang seni dan budaya.
“Gita Bahana Nusantara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 2026. Peserta GBN 2026 datang dari seluruh provinsi di Indonesia, ada juga para musisi yang jumlahnya sekitar 60 orang. Kita semua mendengarkan talenta-talenta yang luar biasa dari seluruh Indonesia, para pemuda, pelajar dan juga mahasiswa,” jelas Menteri Fadli, Rabu (12/8/2026).
Menbud Fadli Zon juga menyampaikan bahwa GBN 2026 merupakan salah satu contoh bahwa keragaman budaya adalah binding power Indonesia. “Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa, salah satunya melalui musik dan bahasa. Tapi kekayaan, keberagaman, perbedaan, bukanlah ancaman, melainkan kekuatan pemersatu, binding power, yang malam ini kita buktikan dengan adanya Gita Bahana Nusantara,” tegas Menbud.
Konser Kemerdekaan Gita Bahana Nusantara 2026 dibagi ke dalam empat babak yang mempersembahkan sejumlah lagu-lagu nasional dan pop Indonesia, di antaranya Indonesia Raya ciptaan WR Soepratman, Hari Merdeka dan Dwi Warna ciptaan Husein Mutahar; Candra Buana dan Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki; Bunga Seroja karya Husein Bawafie; Rahasia Hati karya Nidji; Mirasantika karya Rhoma Irama; Yang Penting Happy ciptaan Timur Priyono; Di Bawah Tiang Bendera dipopulerkan oleh Iwan Fals; Panggung Sandiwara, ciptaan Ian Antono dengan lirik karya sastrawan Taufik Ismail; Kopi Dangdut ciptaan Fahmi Shahab; serta rampai (medley) lagu daerah Nusantara. Keseluruhan suguhan tersebut merupakan lagu-lagu yang mengangkat jiwa nasionalisme dalam rangka 81 tahun Indonesia Merdeka.
Hadir dalam kesempatan ini sejumlah tamu undangan kehormatan, di antaranya Asisten Deputi Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ahmad Saufi; Deputi III Kantor Staf Presiden (Plt), Tasdiyanto Rohadi; Kepala Biro Dukungan Layanan Kepresidenan, Kementerian Sekretariat Negara, Hadi Wirahadikusuma Prasojo; Bupati Bogor, Rudy Susmanto; Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara; Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika; instruktur Gita Bahana Nusantara 2026, Purwatjaraka; dewan juri, pelatih, produser, serta masyarakat.
Turut hadir jajaran Kementerian Kebudayaan, di antaranya Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana; Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Ismunandar; Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri; Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Judi Wahjudin; Sekretaris Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Undri; Ketua Lembaga Sensor Film, Naswardi; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, Ridwan; Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Puguh Wiyatno; Kepala Pusat Data dan Informasi, Andi Syamsu Rijal; Direktur Bina Sumber Daya, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Syukur Asih Suprodjo; Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswati.
Hadir secara langsung pada konser tersebut, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada peserta Gita Bahana Nusantara 2026 yang telah memberikan penampilan terbaik di hari ini maupun pada HUT RI ke-81 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus mendatang. Hadirnya Gita Bahana Nusantara 2026 membuktikan bahwa Indonesia memiliki talenta-talenta muda yang tersebar di seluruh Indonesia yang berbakat di bidang seni dan budaya.
“Gita Bahana Nusantara adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 2026. Peserta GBN 2026 datang dari seluruh provinsi di Indonesia, ada juga para musisi yang jumlahnya sekitar 60 orang. Kita semua mendengarkan talenta-talenta yang luar biasa dari seluruh Indonesia, para pemuda, pelajar dan juga mahasiswa,” jelas Menteri Fadli, Rabu (12/8/2026).
Menbud Fadli Zon juga menyampaikan bahwa GBN 2026 merupakan salah satu contoh bahwa keragaman budaya adalah binding power Indonesia. “Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa, salah satunya melalui musik dan bahasa. Tapi kekayaan, keberagaman, perbedaan, bukanlah ancaman, melainkan kekuatan pemersatu, binding power, yang malam ini kita buktikan dengan adanya Gita Bahana Nusantara,” tegas Menbud.
Konser Kemerdekaan Gita Bahana Nusantara 2026 dibagi ke dalam empat babak yang mempersembahkan sejumlah lagu-lagu nasional dan pop Indonesia, di antaranya Indonesia Raya ciptaan WR Soepratman, Hari Merdeka dan Dwi Warna ciptaan Husein Mutahar; Candra Buana dan Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki; Bunga Seroja karya Husein Bawafie; Rahasia Hati karya Nidji; Mirasantika karya Rhoma Irama; Yang Penting Happy ciptaan Timur Priyono; Di Bawah Tiang Bendera dipopulerkan oleh Iwan Fals; Panggung Sandiwara, ciptaan Ian Antono dengan lirik karya sastrawan Taufik Ismail; Kopi Dangdut ciptaan Fahmi Shahab; serta rampai (medley) lagu daerah Nusantara. Keseluruhan suguhan tersebut merupakan lagu-lagu yang mengangkat jiwa nasionalisme dalam rangka 81 tahun Indonesia Merdeka.
Hadir dalam kesempatan ini sejumlah tamu undangan kehormatan, di antaranya Asisten Deputi Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ahmad Saufi; Deputi III Kantor Staf Presiden (Plt), Tasdiyanto Rohadi; Kepala Biro Dukungan Layanan Kepresidenan, Kementerian Sekretariat Negara, Hadi Wirahadikusuma Prasojo; Bupati Bogor, Rudy Susmanto; Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara; Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika; instruktur Gita Bahana Nusantara 2026, Purwatjaraka; dewan juri, pelatih, produser, serta masyarakat.
Turut hadir jajaran Kementerian Kebudayaan, di antaranya Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana; Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Ismunandar; Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan, Masyitoh Annisa Ramadhani Alkatiri; Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Judi Wahjudin; Sekretaris Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Undri; Ketua Lembaga Sensor Film, Naswardi; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, Ridwan; Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Puguh Wiyatno; Kepala Pusat Data dan Informasi, Andi Syamsu Rijal; Direktur Bina Sumber Daya, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Syukur Asih Suprodjo; Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswati.