Terima Kunjungan HNW, Persis DKI Tekankan Fokus Transformasi Dakwah
Ahmad zuhdi
Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:16 WIB
Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) DKI Jakarta menerima kunjungan reses Anggota DPR RI, Ustaz Hidayat Nur Wahid di kantor PW Persis DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Ahmad Zuhdi.
Pengurus Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) DKI Jakarta menerima kunjungan reses Anggota DPR RI, Ustaz Hidayat Nur Wahid (HNW), di kantor PW Persis DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026). Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi, menyerap aspirasi, serta memperkuat sinergi antara ulama dan wakil rakyat dalam memperjuangkan kepentingan umat dan bangsa.
Ketua PW Persis DKI Jakarta, Ustaz Sofyan Munawar menyambut hangat kehadiran Ustaz Hidayat Nur Wahid yang dinilainya konsisten memberikan perhatian besar terhadap persoalan keumatan. Ia menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar kunjungan seremonial biasa, melainkan wadah bertukar pikiran untuk membangun kolaborasi yang nyata.
"Bagi kami, kehadiran Bapak di sini bukan sekadar kunjungan biasa, tapi merupakan silaturahmi yang sangat berarti. Silaturahmi ini memberikan kesempatan bagi kita untuk saling mengenal lebih dekat, bertukar pikiran, menyerap aspirasi, serta membangun sinergi dalam berbagai hal yang menyangkut kepentingan umat dan bangsa," ujar Ustaz Sofyan.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, Persis konsisten bergerak di bidang pendidikan, pembinaan masyarakat, dan penguatan akidah. Kendati demikian, PW Persis DKI Jakarta menyadari bahwa medan dakwah saat ini menghadapi tantangan kompleks akibat pesatnya arus digitalisasi dan perubahan tata sosial di masyarakat.
Menghadapi dinamika tersebut, Persis DKI Jakarta terus mengusung garis pergerakan pimpinan pusat periode 2022–2027 melalui program transformasi dakwah. Pendekatan dakwah kini tidak hanya terbatas di majelis taklim, tetapi juga merambah ke lembaga pendidikan, ruang publik, hingga platform digital.
"Kami ingin dakwah tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, tetapi mampu menjawab persoalan nyata di hadapan masyarakat. Kami ingin dakwah tidak hanya hadir di masjid dan majelis taklim, tetapi juga hadir di lembaga pendidikan, ruang publik, dan penyelenggaraan digital," tegasnya.
Terkait kondisi Jakarta sebagai pusat ekonomi, pemerintahan, dan kebudayaan, Persis DKI Jakarta menilai persoalan umat kian meluas ke aspek kesejahteraan sosial, ekonomi, hingga moralitas. Pihaknya menekankan bahwa pembangunan negara tidak hanya soal infrastruktur fisik, melainkan pembentukan karakter dan integritas umat yang kini semakin mahal.
Ketua PW Persis DKI Jakarta, Ustaz Sofyan Munawar menyambut hangat kehadiran Ustaz Hidayat Nur Wahid yang dinilainya konsisten memberikan perhatian besar terhadap persoalan keumatan. Ia menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar kunjungan seremonial biasa, melainkan wadah bertukar pikiran untuk membangun kolaborasi yang nyata.
"Bagi kami, kehadiran Bapak di sini bukan sekadar kunjungan biasa, tapi merupakan silaturahmi yang sangat berarti. Silaturahmi ini memberikan kesempatan bagi kita untuk saling mengenal lebih dekat, bertukar pikiran, menyerap aspirasi, serta membangun sinergi dalam berbagai hal yang menyangkut kepentingan umat dan bangsa," ujar Ustaz Sofyan.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, Persis konsisten bergerak di bidang pendidikan, pembinaan masyarakat, dan penguatan akidah. Kendati demikian, PW Persis DKI Jakarta menyadari bahwa medan dakwah saat ini menghadapi tantangan kompleks akibat pesatnya arus digitalisasi dan perubahan tata sosial di masyarakat.
Menghadapi dinamika tersebut, Persis DKI Jakarta terus mengusung garis pergerakan pimpinan pusat periode 2022–2027 melalui program transformasi dakwah. Pendekatan dakwah kini tidak hanya terbatas di majelis taklim, tetapi juga merambah ke lembaga pendidikan, ruang publik, hingga platform digital.
"Kami ingin dakwah tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, tetapi mampu menjawab persoalan nyata di hadapan masyarakat. Kami ingin dakwah tidak hanya hadir di masjid dan majelis taklim, tetapi juga hadir di lembaga pendidikan, ruang publik, dan penyelenggaraan digital," tegasnya.
Terkait kondisi Jakarta sebagai pusat ekonomi, pemerintahan, dan kebudayaan, Persis DKI Jakarta menilai persoalan umat kian meluas ke aspek kesejahteraan sosial, ekonomi, hingga moralitas. Pihaknya menekankan bahwa pembangunan negara tidak hanya soal infrastruktur fisik, melainkan pembentukan karakter dan integritas umat yang kini semakin mahal.