Aksara Nusantara Dirumuskan, Fadli Zon: Kekayaan Budaya Harus Dikenalkan
Tim langit 7
Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:16 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan kunjungan ke Keraton Majapahit Jakarta. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kegiatan Sosialisasi Aksara Nusantara yang bertujuan memperkenalkan dan mengembangkan Aksara Nusantara sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda Indonesia.
Pengembangan Aksara Nusantara dirumuskan secara kolaboratif oleh Keraton Majapahit Jakarta bersama para ahli aksara dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Diponegoro, UIN Alauddin, serta para pegiat aksara. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengapresiasi pengembangan Aksara Nusantara sebagai salah satu upaya untuk menggali, merawat, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Menurut Menteri Fadli Zon, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Indonesia memiliki sekitar 1.340 etnis dan 718 bahasa. Sementara itu, aksara Nusantara memiliki variasi yang kurang lebih antara 15 sampai 30. “Aksara kita dengan variasi yang kurang lebih antara 15 sampai 30 variannya. Kita tahu ada Aksara Jawa, Aksara Bali, ada Sunda, ada Makassar, ada banyak lagi aksara-aksara kita,” ungkap dia dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).
Menbud menjelaskan keberagaman aksara tersebut menjadi ruang untuk mencari titik temu kesamaan dan merumuskan sebuah bentuk yang dapat menjadi bagian dari upaya sinergi dan sintesis dari keberagaman budaya Indonesia. “Apa yang dilakukan oleh tim Aksara Nusantara ini berusaha untuk mencari titik temu kesamaan dan membuat satu formulasi. Ini yang menjadi satu upaya untuk membuat satu sinergi dan juga satu sintesis dari keberagaman itu,” ungkapnya.
Ketua Kraton Majapahit Jakarta, Jenderal TNI (Purn.) A.M. Hendropriyono, dalam kesempatan tersebut menyampaikan setelah satu tahun kita berproses, para ahli telah berhasil merumuskan aksara Nusantara.
Kegiatan Sosialisasi Aksara Nusantara juga mencakup pemaparan sejarah Kerajaan Majapahit dan Kesultanan Banjar sebagai penerus Kerajaan Majapahit, penampilan seni budaya, penayangan video pengenalan Aksara Nusantara, demonstrasi membaca dan menulis Aksara Nusantara. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi antara Kraton Majapahit Jakarta dan dunia pendidikan dalam memperkenalkan Aksara Nusantara sebagai salah satu inovasi pembelajaran yang dapat menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya, sejarah, dan identitas bangsa sejak usia dini.
Turut hadir pada kegiatan ini, yakni seniman dan sekaligus putra Proklamator RI, Guntur Soekarnoputra; Rektor UIN Alaudin Makassar, Mustari Mustafa; Direktur Sejarah Dan Permuseuman, Endah Budi Heryani; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; Direktur Sarana Dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius; Tim Aksara Nusantara Kraton Majapahit Jakarta; perwakilan Kerajaan dan Keraton se-Indonesia; serta para guru dan pelajar.
Pengembangan Aksara Nusantara dirumuskan secara kolaboratif oleh Keraton Majapahit Jakarta bersama para ahli aksara dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Diponegoro, UIN Alauddin, serta para pegiat aksara. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengapresiasi pengembangan Aksara Nusantara sebagai salah satu upaya untuk menggali, merawat, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Menurut Menteri Fadli Zon, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Indonesia memiliki sekitar 1.340 etnis dan 718 bahasa. Sementara itu, aksara Nusantara memiliki variasi yang kurang lebih antara 15 sampai 30. “Aksara kita dengan variasi yang kurang lebih antara 15 sampai 30 variannya. Kita tahu ada Aksara Jawa, Aksara Bali, ada Sunda, ada Makassar, ada banyak lagi aksara-aksara kita,” ungkap dia dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).
Menbud menjelaskan keberagaman aksara tersebut menjadi ruang untuk mencari titik temu kesamaan dan merumuskan sebuah bentuk yang dapat menjadi bagian dari upaya sinergi dan sintesis dari keberagaman budaya Indonesia. “Apa yang dilakukan oleh tim Aksara Nusantara ini berusaha untuk mencari titik temu kesamaan dan membuat satu formulasi. Ini yang menjadi satu upaya untuk membuat satu sinergi dan juga satu sintesis dari keberagaman itu,” ungkapnya.
Ketua Kraton Majapahit Jakarta, Jenderal TNI (Purn.) A.M. Hendropriyono, dalam kesempatan tersebut menyampaikan setelah satu tahun kita berproses, para ahli telah berhasil merumuskan aksara Nusantara.
Kegiatan Sosialisasi Aksara Nusantara juga mencakup pemaparan sejarah Kerajaan Majapahit dan Kesultanan Banjar sebagai penerus Kerajaan Majapahit, penampilan seni budaya, penayangan video pengenalan Aksara Nusantara, demonstrasi membaca dan menulis Aksara Nusantara. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi antara Kraton Majapahit Jakarta dan dunia pendidikan dalam memperkenalkan Aksara Nusantara sebagai salah satu inovasi pembelajaran yang dapat menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya, sejarah, dan identitas bangsa sejak usia dini.
Turut hadir pada kegiatan ini, yakni seniman dan sekaligus putra Proklamator RI, Guntur Soekarnoputra; Rektor UIN Alaudin Makassar, Mustari Mustafa; Direktur Sejarah Dan Permuseuman, Endah Budi Heryani; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; Direktur Sarana Dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius; Tim Aksara Nusantara Kraton Majapahit Jakarta; perwakilan Kerajaan dan Keraton se-Indonesia; serta para guru dan pelajar.