Menjelang HUT RI ke-81, Fadli Zon Siapkan Sejumlah Program Warisan Bung Hatta
Tim langit 7
Jum'at, 14 Agustus 2026 - 09:30 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Jelang Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan silaturahmi ke kediaman keluarga Bung Hatta di Menteng, Jakarta. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kebudayaan diterima oleh Meutia Farida Hatta dan Halida Nuriah Hatta.
Kunjungan ke kediaman yang merupakan rumah tinggal Bung Hatta sejak tahun 1942 hingga 1980 ini merupakan bagian dari peringatan 124 tahun Bung Hatta yang lahir pada 12 Agustus 1902. “Kita membicarakan terutama masih dalam suasana menjelang peringatan proklamasi kemerdekaan ke-81. Sosok Bung Hatta merupakan sosok dwi tunggal dengan Bung Karno sebagai proklamator,” ungkap Menteri Kebudayaan dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).
Selain membahas sosok Bung Hatta sebagai proklamator, Menteri Kebudayaan juga menyampaikan sejumlah rencana pelestarian dan penguatan warisan sejarah yang berkaitan dengan Bung Hatta. Salah satunya adalah merevitalisasi Rumah pengasingan atau bekas rumah tahanan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir di Sukabumi, yang terletak di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, dan akan dirintis sebagai Museum Rumah Pengasingan Hatta dan Syahrir.
Pada kesempatan tersebut Menbud juga turut membicarakan dan mendorong penetapan Villa peristirahatan Bung Hatta di Megamendung sebagai Cagar Budaya Nasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap tempat-tempat yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah dan perjuangan Bung Hatta.
Selain melalui pelestarian situs dan museum, Kementerian Kebudayaan juga menyampaikan rencana pembuatan film tentang Bung Hatta sebagai bagian dari program pembuatan film-film bersejarah yang tengah diusung, sebagai upaya mendorong film bertemakan perjuangan ditengah semaraknya industri film di tanah air.
Menurut Menteri Kebudayaan, perjuangan Bung Hatta dan berbagai hal yang berkaitan dengan perjalanan hidupnya perlu diketahui oleh generasi muda. Karena itu, Kementerian Kebudayaan berharap dapat bersinergi dengan keluarga para proklamator, pahlawan nasional, dan perintis kemerdekaan. “Salah satunya adalah tentang Bung Hatta dan juga tentu saja banyak hal lain yang terkait dengan perjuangan Bung Hatta yang perlu diketahui oleh generasi muda,” jelasnya.
Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa pengenalan terhadap tokoh-tokoh yang berjasa bagi bangsa dan negara tidak hanya penting untuk menjaga ingatan sejarah, tetapi juga untuk menghadirkan keteladanan bagi generasi muda. “Kita berharap bersinergi dengan keluarga dari proklamator, pahlawan nasional, perintis kemerdekaan, termasuk sosok-sosok yang sangat berjasa bagi kepentingan bangsa negara ini, selain dikenal oleh generasi muda, juga menjadi contoh keteladanan yang luar biasa pengorbanan dan perjuangannya,” lanjut Menbud.
Kunjungan ke kediaman yang merupakan rumah tinggal Bung Hatta sejak tahun 1942 hingga 1980 ini merupakan bagian dari peringatan 124 tahun Bung Hatta yang lahir pada 12 Agustus 1902. “Kita membicarakan terutama masih dalam suasana menjelang peringatan proklamasi kemerdekaan ke-81. Sosok Bung Hatta merupakan sosok dwi tunggal dengan Bung Karno sebagai proklamator,” ungkap Menteri Kebudayaan dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).
Selain membahas sosok Bung Hatta sebagai proklamator, Menteri Kebudayaan juga menyampaikan sejumlah rencana pelestarian dan penguatan warisan sejarah yang berkaitan dengan Bung Hatta. Salah satunya adalah merevitalisasi Rumah pengasingan atau bekas rumah tahanan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir di Sukabumi, yang terletak di Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi, dan akan dirintis sebagai Museum Rumah Pengasingan Hatta dan Syahrir.
Pada kesempatan tersebut Menbud juga turut membicarakan dan mendorong penetapan Villa peristirahatan Bung Hatta di Megamendung sebagai Cagar Budaya Nasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap tempat-tempat yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah dan perjuangan Bung Hatta.
Selain melalui pelestarian situs dan museum, Kementerian Kebudayaan juga menyampaikan rencana pembuatan film tentang Bung Hatta sebagai bagian dari program pembuatan film-film bersejarah yang tengah diusung, sebagai upaya mendorong film bertemakan perjuangan ditengah semaraknya industri film di tanah air.
Menurut Menteri Kebudayaan, perjuangan Bung Hatta dan berbagai hal yang berkaitan dengan perjalanan hidupnya perlu diketahui oleh generasi muda. Karena itu, Kementerian Kebudayaan berharap dapat bersinergi dengan keluarga para proklamator, pahlawan nasional, dan perintis kemerdekaan. “Salah satunya adalah tentang Bung Hatta dan juga tentu saja banyak hal lain yang terkait dengan perjuangan Bung Hatta yang perlu diketahui oleh generasi muda,” jelasnya.
Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa pengenalan terhadap tokoh-tokoh yang berjasa bagi bangsa dan negara tidak hanya penting untuk menjaga ingatan sejarah, tetapi juga untuk menghadirkan keteladanan bagi generasi muda. “Kita berharap bersinergi dengan keluarga dari proklamator, pahlawan nasional, perintis kemerdekaan, termasuk sosok-sosok yang sangat berjasa bagi kepentingan bangsa negara ini, selain dikenal oleh generasi muda, juga menjadi contoh keteladanan yang luar biasa pengorbanan dan perjuangannya,” lanjut Menbud.