Tingkat Kepatuhan Prokes Warga Mulai Kendur karena Penurunan Status PPKM
Fajar adhitya
Ahad, 24 Oktober 2021 - 21:35 WIB
Tingkat kepatuhan prokes warga mulai kendur karena penurunan status PPKM. (Foto: Istimewa).
Tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan terpantau mulai mengendur. Hal ini karena kebijakan penurunan PPKM di sejumlah daerah membuat warga mulai lalai menerapkan aturan tersebut.
Kabid Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny B Harmadi mengatakan, perlu upaya bersama semua pihak untuk tetap mengoptimalkan perlindungan kesehatan, mengingat pandemi ini perang panjang dan ancaman virus COVID-19 masih ada.
Pada tiga pekan terakhir, data monitoring perubahan perilaku, Satgas Penanganan COVID-19 menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan sudah sangat baik.
"Rata-rata skor memakai masker sudah mencapai 8,25 dalam 3 minggu terakhir. Sedangkan skor menjaga jarak dan mencuci tangan di angka 8,02 pada periode yang sama (rentang skor antara 1 - 10)," kata Sonny, Minggu (24/10)
Namun, data satgas juga menunjukkan sejak tanggal 3 hingga 22 Oktober 2021, daerah yang mengalami penurunan kepatuhan protokol kesehatan terus bertambah. "Penurunan kepatuhan protokol kesehatan tidak hanya pada level kabupaten/kota, tetapi juga di tingkat kecamatan," ujar Sonny.
Sebagai gambaran, pada 3 Oktober lalu, ada 8,13% kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan memakai masker di bawah 60%. Sedangkan pada 22 Oktober, jumlah kabupaten/kota yang termasuk zona merah kepatuhan memakai masker di bawah 60% tersebut naik menjadi 10,19%. Pada periode yang sama, jumlah kecamatan yang termasuk zona merah kepatuhan memakai masker bertambah dari 12,99% menjadi 14,62%.
"Jika ini terus terjadi, tentu meningkatkan potensi kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia," kata Sonny.
Kabid Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny B Harmadi mengatakan, perlu upaya bersama semua pihak untuk tetap mengoptimalkan perlindungan kesehatan, mengingat pandemi ini perang panjang dan ancaman virus COVID-19 masih ada.
Pada tiga pekan terakhir, data monitoring perubahan perilaku, Satgas Penanganan COVID-19 menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan sudah sangat baik.
"Rata-rata skor memakai masker sudah mencapai 8,25 dalam 3 minggu terakhir. Sedangkan skor menjaga jarak dan mencuci tangan di angka 8,02 pada periode yang sama (rentang skor antara 1 - 10)," kata Sonny, Minggu (24/10)
Namun, data satgas juga menunjukkan sejak tanggal 3 hingga 22 Oktober 2021, daerah yang mengalami penurunan kepatuhan protokol kesehatan terus bertambah. "Penurunan kepatuhan protokol kesehatan tidak hanya pada level kabupaten/kota, tetapi juga di tingkat kecamatan," ujar Sonny.
Sebagai gambaran, pada 3 Oktober lalu, ada 8,13% kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan memakai masker di bawah 60%. Sedangkan pada 22 Oktober, jumlah kabupaten/kota yang termasuk zona merah kepatuhan memakai masker di bawah 60% tersebut naik menjadi 10,19%. Pada periode yang sama, jumlah kecamatan yang termasuk zona merah kepatuhan memakai masker bertambah dari 12,99% menjadi 14,62%.
"Jika ini terus terjadi, tentu meningkatkan potensi kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia," kata Sonny.