Fadli Zon Soroti Potensi Bambu Indonesia, dari Rumah hingga Ekonomi Kreatif
Tim langit 7
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Kabupaten Bogor; Dalam rangka merawat ekosistem seni dan pengembangan talenta budaya, Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi menyelenggarakan “Pagelaran & Syukuran Belajar Bersama Maestro Bambu dan Senam Kebudayaan Indonesia” dengan tema Serumpun Bambu, Sejuta Karya. Berlangsung di Yayasan Bambu Indonesia, Cibinong, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penutup proses pembelajaran peserta bersama Maestro Kriya Bambu Jatnika Nanggamiharja selama 30 hari.
“Pagelaran & Syukuran Belajar Bersama Maestro Bambu dan Senam Kebudayaan Indonesia” turut menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil pembelajaran lima peserta program Belajar Bersama Maestro (BBM) Kriya Bambu 2026 bersama Maestro Jatnika Nanggamiharja, yakni persembahan karya berupa rumah panggung dari bambu atau Saung Ranggon. Hasil karya tersebut diresmikan secara langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, disaksikan oleh Maestro Jatnika Nanggamiharja dan Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan keragaman budaya yang sangat kaya. Menurut Menbud, ragam ekspresi budaya tersebut perlu digali untuk menumbuhkan rasa penghargaan terhadap akar budaya sendiri, termasuk budaya seni kriya yang menggunakan bahan bambu.
“Bambu ini sangat akrab dengan peradaban kita, mulai dari rumah bambu hingga manuskrip bambu. Karena kita hidup dengan alam, jadi bambu adalah salah satu peradaban yang sudah menjadi medium hidup bersama sejak lama. Selain itu, bambu juga digunakan untuk kehidupan sehari-hari, misalnya untuk perkakas rumah tangga, bahkan untuk perjuangan pun kita menggunakan bambu, yaitu bambu runcing,” jelas Menteri Fadli, Sabtu (15/8/2026).
Menteri Kebudayaan turut menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai varietas bambu paling banyak di dunia. Melalui program Belajar Bersama Maestro, generasi muda dapat mempelajari cara melakukan perawatan, pengawetan dan pengolahan bambu dari ahlinya langsung, sebab bambu merupakan bahasa kebudayaan dan berfungsi sebagai penggerak nilai ekonomi.
“Kita harapkan para maestro dan senior-senior, pengalamannya, pengetahuannya, wisdom-nya, perlu disalurkan, dibagi, di-share kepada generasi muda. Karena memang bambu ini memerlukan perawatan, memerlukan pengawetan yang luar biasa, dan adik-adik peserta dari Belajar Bersama Maestro di tempat ini belajar soal kriya bambu,” papar Menbud Fadli.
Menguatkan pernyataan Menteri Kebudayaan, Maestro Jatnika Nanggamiharja menjelaskan bahwa bambu merupakan bahan seni kriya yang sarat akan sejarah dan budaya. “Indonesia adalah negara budaya dan ekonomi kreatif bambu terbanyak di dunia. Banyak karya yang dibuat dari bambu, mulai dari angklung, anyaman, peralatan, mebel, obat-obatan, makanan, hingga konstruksi,” tegas Maestro Jatnika.
“Pagelaran & Syukuran Belajar Bersama Maestro Bambu dan Senam Kebudayaan Indonesia” turut menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil pembelajaran lima peserta program Belajar Bersama Maestro (BBM) Kriya Bambu 2026 bersama Maestro Jatnika Nanggamiharja, yakni persembahan karya berupa rumah panggung dari bambu atau Saung Ranggon. Hasil karya tersebut diresmikan secara langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, disaksikan oleh Maestro Jatnika Nanggamiharja dan Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan keragaman budaya yang sangat kaya. Menurut Menbud, ragam ekspresi budaya tersebut perlu digali untuk menumbuhkan rasa penghargaan terhadap akar budaya sendiri, termasuk budaya seni kriya yang menggunakan bahan bambu.
“Bambu ini sangat akrab dengan peradaban kita, mulai dari rumah bambu hingga manuskrip bambu. Karena kita hidup dengan alam, jadi bambu adalah salah satu peradaban yang sudah menjadi medium hidup bersama sejak lama. Selain itu, bambu juga digunakan untuk kehidupan sehari-hari, misalnya untuk perkakas rumah tangga, bahkan untuk perjuangan pun kita menggunakan bambu, yaitu bambu runcing,” jelas Menteri Fadli, Sabtu (15/8/2026).
Menteri Kebudayaan turut menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai varietas bambu paling banyak di dunia. Melalui program Belajar Bersama Maestro, generasi muda dapat mempelajari cara melakukan perawatan, pengawetan dan pengolahan bambu dari ahlinya langsung, sebab bambu merupakan bahasa kebudayaan dan berfungsi sebagai penggerak nilai ekonomi.
“Kita harapkan para maestro dan senior-senior, pengalamannya, pengetahuannya, wisdom-nya, perlu disalurkan, dibagi, di-share kepada generasi muda. Karena memang bambu ini memerlukan perawatan, memerlukan pengawetan yang luar biasa, dan adik-adik peserta dari Belajar Bersama Maestro di tempat ini belajar soal kriya bambu,” papar Menbud Fadli.
Menguatkan pernyataan Menteri Kebudayaan, Maestro Jatnika Nanggamiharja menjelaskan bahwa bambu merupakan bahan seni kriya yang sarat akan sejarah dan budaya. “Indonesia adalah negara budaya dan ekonomi kreatif bambu terbanyak di dunia. Banyak karya yang dibuat dari bambu, mulai dari angklung, anyaman, peralatan, mebel, obat-obatan, makanan, hingga konstruksi,” tegas Maestro Jatnika.