Primaries Likud Jadi Penentu Nasib Netanyahu, Pemilih Moderat Mulai Berbalik Arah
Tim langit 7
Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:00 WIB
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan memilih kandidat yang akan bertarung dalam pemilu Oktober pada Senin. Para analis menilai pergeseran politik ke arah kanan yang semakin kuat di kalangan anggota partai dapat mengancam peluang Netanyahu untuk kembali memenangkan pemilu.
Para kandidat yang terpilih dalam pemilihan pendahuluan tersebut sudah menghadapi persaingan berat. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan popularitas Likud merosot tajam sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Partai tersebut bahkan diperkirakan dapat kehilangan sepertiga kursinya.
Para peneliti menilai pertarungan Likud bisa semakin sulit jika 140.000 anggota yang terdaftar memilih kandidat-kandidat populis dan berhaluan kanan keras. Kondisi itu terjadi ketika sejumlah survei menunjukkan semakin banyak pemilih tradisional Likud yang menginginkan partai bergerak lebih dekat ke tengah spektrum politik.
“Kesenjangan antara anggota Partai Likud, pemilih Likud, dan masyarakat umum telah meningkat secara signifikan, dan hal ini dapat berdampak dramatis terhadap kemampuan Netanyahu untuk menang,” kata analis Nimrod Nir dari Agam Labs di Hebrew University.
Netanyahu Dekati Pemilih Moderat
Survei Agam Labs yang diterbitkan pada 11 Agustus menunjukkan lebih dari separuh pemilih Likud, yakni 54,9 persen, menginginkan pemerintahan yang lebih moderat dibandingkan koalisi Netanyahu saat ini. Koalisi tersebut mencakup partai-partai Yahudi ultra-Ortodoks dan nasionalis.
Namun, hanya sepertiga anggota partai yang terdaftar dan akan memilih kandidat pada Senin menginginkan pemerintahan berhaluan kanan-tengah, menurut survei tersebut.
Para kandidat yang terpilih dalam pemilihan pendahuluan tersebut sudah menghadapi persaingan berat. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan popularitas Likud merosot tajam sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Partai tersebut bahkan diperkirakan dapat kehilangan sepertiga kursinya.
Para peneliti menilai pertarungan Likud bisa semakin sulit jika 140.000 anggota yang terdaftar memilih kandidat-kandidat populis dan berhaluan kanan keras. Kondisi itu terjadi ketika sejumlah survei menunjukkan semakin banyak pemilih tradisional Likud yang menginginkan partai bergerak lebih dekat ke tengah spektrum politik.
“Kesenjangan antara anggota Partai Likud, pemilih Likud, dan masyarakat umum telah meningkat secara signifikan, dan hal ini dapat berdampak dramatis terhadap kemampuan Netanyahu untuk menang,” kata analis Nimrod Nir dari Agam Labs di Hebrew University.
Netanyahu Dekati Pemilih Moderat
Survei Agam Labs yang diterbitkan pada 11 Agustus menunjukkan lebih dari separuh pemilih Likud, yakni 54,9 persen, menginginkan pemerintahan yang lebih moderat dibandingkan koalisi Netanyahu saat ini. Koalisi tersebut mencakup partai-partai Yahudi ultra-Ortodoks dan nasionalis.
Namun, hanya sepertiga anggota partai yang terdaftar dan akan memilih kandidat pada Senin menginginkan pemerintahan berhaluan kanan-tengah, menurut survei tersebut.