Trump Kirim Jared Kushner Temui Netanyahu Usai Bertemu Hamas, Nasib Rencana Gaza Jadi Sorotan
Tim langit 7
Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:00 WIB
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sekaligus menantunya, Jared Kushner, bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada Senin. Pertemuan itu berlangsung sehari setelah Kushner menggelar pertemuan langka dengan pemimpin Hamas di Kairo dalam upaya mendorong kembali rencana Trump untuk Gaza.
Netanyahu, yang koalisinya tertinggal dalam jajak pendapat di Israel menjelang pemilihan umum nasional pada Oktober, secara terbuka menolak kesepakatan yang didukung AS pada bulan ini. Kesepakatan tersebut mengatur Hamas menyerahkan senjatanya sebagai imbalan atas penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Trump sebelumnya mengatakan kesepakatan itu akan dilaksanakan secara bertahap. Pasukan Israel akan ditarik dari Gaza seiring proses pelucutan senjata berlangsung, sementara sebuah “International Stabilization Force” atau Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan kepolisian Palestina yang baru untuk mengamankan wilayah tersebut.
Namun, Netanyahu, yang merupakan pemimpin terlama dalam sejarah Israel, menegaskan militer negaranya hanya akan ditarik setelah Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya di Gaza sepenuhnya dilucuti.
Para diplomat menilai Israel kemungkinan tidak akan memberikan konsesi besar terkait Gaza menjelang pemilihan umum pada 27 Oktober.
Dalam pertemuan di Yerusalem dengan Netanyahu, Kushner didampingi Nickolay Mladenov, utusan Gaza untuk Board of Peace bentukan Trump. Demikian disampaikan dua sumber yang mengetahui pertemuan tersebut. Keduanya berbicara secara anonim karena tidak berwenang membahas persoalan itu kepada publik.
Kantor Netanyahu belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Netanyahu, yang koalisinya tertinggal dalam jajak pendapat di Israel menjelang pemilihan umum nasional pada Oktober, secara terbuka menolak kesepakatan yang didukung AS pada bulan ini. Kesepakatan tersebut mengatur Hamas menyerahkan senjatanya sebagai imbalan atas penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Trump sebelumnya mengatakan kesepakatan itu akan dilaksanakan secara bertahap. Pasukan Israel akan ditarik dari Gaza seiring proses pelucutan senjata berlangsung, sementara sebuah “International Stabilization Force” atau Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan kepolisian Palestina yang baru untuk mengamankan wilayah tersebut.
Namun, Netanyahu, yang merupakan pemimpin terlama dalam sejarah Israel, menegaskan militer negaranya hanya akan ditarik setelah Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya di Gaza sepenuhnya dilucuti.
Para diplomat menilai Israel kemungkinan tidak akan memberikan konsesi besar terkait Gaza menjelang pemilihan umum pada 27 Oktober.
Dalam pertemuan di Yerusalem dengan Netanyahu, Kushner didampingi Nickolay Mladenov, utusan Gaza untuk Board of Peace bentukan Trump. Demikian disampaikan dua sumber yang mengetahui pertemuan tersebut. Keduanya berbicara secara anonim karena tidak berwenang membahas persoalan itu kepada publik.
Kantor Netanyahu belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar.