Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Polisi Kerahkan 6.962 Personel Gabungan
Esti setiyowati
Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:54 WIB
Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Polisi Kerahkan 6.962 Personel Gabungan. Foto: Ist
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta pada hari ini, Selasa (18/8/2026). Dalam aksinya, BEM UI membawa delapan tuntutan, di antaranya penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM hingga penghentian tindakan represifitas dan intervensi TNI-Polri di ruang sipil.
Mengawal jalannya demonstrasi, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 6.962 personel. Pengamanan difokuskan di sejumlah titik, termasuk Bundaran HI dan kawasan Patung Arjuna Wiwaha di Silang Monas, Jakarta Pusat.
Baca juga:BEM UI Demo di Bundaran HI Besok, Bawa 8 Tuntutan Rebut Kemerdekaan
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis selama mengawal penyampaian aspirasi mahasiswa.
“Saya titip kepada seluruh personel, adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya,” kata Reynold dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Reynold menegaskan, mahasiswa yang mengikuti aksi merupakan bagian dari masyarakat yang harus dilayani dan dilindungi. Ia pun meminta anggota kepolisian tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh situasi di lapangan.
Menurut Reynold, setiap tindakan anggota di lapangan harus dilakukan secara terukur, sesuai prosedur, dan berada dalam satu komando. Personel juga dilarang mengambil tindakan sendiri tanpa instruksi.
Mengawal jalannya demonstrasi, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 6.962 personel. Pengamanan difokuskan di sejumlah titik, termasuk Bundaran HI dan kawasan Patung Arjuna Wiwaha di Silang Monas, Jakarta Pusat.
Baca juga:BEM UI Demo di Bundaran HI Besok, Bawa 8 Tuntutan Rebut Kemerdekaan
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis selama mengawal penyampaian aspirasi mahasiswa.
“Saya titip kepada seluruh personel, adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya,” kata Reynold dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Reynold menegaskan, mahasiswa yang mengikuti aksi merupakan bagian dari masyarakat yang harus dilayani dan dilindungi. Ia pun meminta anggota kepolisian tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh situasi di lapangan.
Menurut Reynold, setiap tindakan anggota di lapangan harus dilakukan secara terukur, sesuai prosedur, dan berada dalam satu komando. Personel juga dilarang mengambil tindakan sendiri tanpa instruksi.