Muktamar Ke-35 NU: 5 Isu Utama dan Kriteria Pemimpin Baru
Ahmad zuhdi
Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:20 WIB
Muktamar Ke-35 NU: 5 Isu Utama dan Kriteria Pemimpin Baru
Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur diharapkan tidak sebatas menjadi ajang pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Forum tertinggi organisasi ini juga dituntut melahirkan berbagai keputusan strategis guna merespons dinamika dan problematika NU di abad kedua.
Pendiri Alvara Research Center sekaligus salah satu Ketua PBNU, Hasanuddin Ali, menegaskan ada lima kelompok masyarakat yangpenting untuk menjadi sasaran utama program NU ke depan. Kelima kelompok strategis tersebut meliputi anak muda, warga perkotaan, kelompok berpendidikan dan profesional, masyarakat kelas menengah, serta kaum perempuan.
"Ada lima situasi yang saat ini dihadapi warga NU. Pertama, anak muda. Kedua, perkotaan. Itu yang menurut saya harus menjadi address utama program NU dari muktamar ini," kata Hasanuddin melalui laman NU, dikutip Selasa (18/8/2026).
Hasanuddin juga menyoroti lompatan kualitatif warga Nahdliyin dari sisi latar belakang pendidikan dan profesi. Saat ini, banyak warga NU yang berkiprah sebagai profesional, teknokrat, ahli kecerdasan buatan (AI), hingga pakar robotik.
"Dan itu belum tersentuh oleh NU," ungkapnya.
Baca Juga:Cegah Sengketa Muktamar, PBNU Tuntaskan SK PCNU dan PWNU
Selain peningkatan pendidikan, mobilitas vertikal warga NU selama satu dekade terakhir turut memicu melonjaknya populasi kelas menengah. "Di kalangan warga juga demikian, sekarang kelompok kelas menengah sangat luar biasa besar. Bahkan, kita juga harus meng-address itu," tuturnya.
Pendiri Alvara Research Center sekaligus salah satu Ketua PBNU, Hasanuddin Ali, menegaskan ada lima kelompok masyarakat yangpenting untuk menjadi sasaran utama program NU ke depan. Kelima kelompok strategis tersebut meliputi anak muda, warga perkotaan, kelompok berpendidikan dan profesional, masyarakat kelas menengah, serta kaum perempuan.
"Ada lima situasi yang saat ini dihadapi warga NU. Pertama, anak muda. Kedua, perkotaan. Itu yang menurut saya harus menjadi address utama program NU dari muktamar ini," kata Hasanuddin melalui laman NU, dikutip Selasa (18/8/2026).
Hasanuddin juga menyoroti lompatan kualitatif warga Nahdliyin dari sisi latar belakang pendidikan dan profesi. Saat ini, banyak warga NU yang berkiprah sebagai profesional, teknokrat, ahli kecerdasan buatan (AI), hingga pakar robotik.
"Dan itu belum tersentuh oleh NU," ungkapnya.
Baca Juga:Cegah Sengketa Muktamar, PBNU Tuntaskan SK PCNU dan PWNU
Selain peningkatan pendidikan, mobilitas vertikal warga NU selama satu dekade terakhir turut memicu melonjaknya populasi kelas menengah. "Di kalangan warga juga demikian, sekarang kelompok kelas menengah sangat luar biasa besar. Bahkan, kita juga harus meng-address itu," tuturnya.