Trump Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan Iran, Selat Hormuz Jadi Sorotan
Tim langit 7
Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:00 WIB
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan tidak ada pembicaraan maupun negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran. Pernyataan itu bertolak belakang dengan pernyataan sebelumnya dari Teheran yang menegaskan bahwa Selat Hormuz masih ditutup untuk pelayaran.
Peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan itu semakin menipis. Kondisi tersebut kembali mendorong kenaikan harga minyak pada Selasa, sementara pasar saham melemah dan biaya pinjaman sejumlah negara ekonomi utama, termasuk Amerika Serikat, mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade.
Kekhawatiran meningkat terhadap dampak krisis dalam jangka panjang, terutama terhadap inflasi dan kondisi fiskal.
Kesepakatan gencatan senjata sementara berakhir pada Senin. Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya kini bergerak menuju postur militer yang “sepenuhnya ofensif” akibat kebuntuan diplomatik. Meski demikian, hingga Selasa tidak ada laporan mengenai serangan baru dari kedua pihak.
“Tidak ada pembicaraan atau percakapan yang sedang berlangsung, atau dijadwalkan, dengan Republik Islam Iran,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social pada Selasa.
“Blokade angkatan laut tetap berlaku penuh. Selat Hormuz terbuka dan beroperasi. Semua ranjau laut telah disingkirkan atau diledakkan,” tambahnya.
Sehari sebelumnya, Jared Kushner, menantu Trump sekaligus utusan khusus, justru menyampaikan nada optimistis. Ia mengatakan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dan “mungkin lebih intens” dibandingkan sebelumnya.
Peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan itu semakin menipis. Kondisi tersebut kembali mendorong kenaikan harga minyak pada Selasa, sementara pasar saham melemah dan biaya pinjaman sejumlah negara ekonomi utama, termasuk Amerika Serikat, mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade.
Kekhawatiran meningkat terhadap dampak krisis dalam jangka panjang, terutama terhadap inflasi dan kondisi fiskal.
Kesepakatan gencatan senjata sementara berakhir pada Senin. Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa negaranya kini bergerak menuju postur militer yang “sepenuhnya ofensif” akibat kebuntuan diplomatik. Meski demikian, hingga Selasa tidak ada laporan mengenai serangan baru dari kedua pihak.
“Tidak ada pembicaraan atau percakapan yang sedang berlangsung, atau dijadwalkan, dengan Republik Islam Iran,” kata Trump dalam unggahan di Truth Social pada Selasa.
“Blokade angkatan laut tetap berlaku penuh. Selat Hormuz terbuka dan beroperasi. Semua ranjau laut telah disingkirkan atau diledakkan,” tambahnya.
Sehari sebelumnya, Jared Kushner, menantu Trump sekaligus utusan khusus, justru menyampaikan nada optimistis. Ia mengatakan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dan “mungkin lebih intens” dibandingkan sebelumnya.