home masjid

Mengapa Manusia Wajib Beribadah? Ini Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 21

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:04 WIB
Mengapa Manusia Wajib Beribadah? Ini Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 21
Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 21 menandai titik balik yang sangat signifikan dalam struktur Al-Qur'an. Setelah menguraikan tiga karakter manusia pada ayat-ayat sebelumnya—yakni kelompok bertakwa, kafir, dan munafik—Allah secara langsung menyeru seluruh umat manusia untuk beribadah.

‎‎يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ‎‎

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa (QS Al-Baqarah: 21).

‎Imam Al-Biqāʿī menjelaskan bahwa seruan umum ini datang setelah pemaparan berbagai keadaan golongan tersebut. Orang yang memperhatikan kasih sayang, pemberian nikmat, pemeliharaan, serta tanda-tanda kebesaran Allah akan tersadar untuk mengesakan Penciptanya.

‎‎Ayat ini menjadi fondasi utama tauhid uluhiyah, yaitu mengesakan Allah dalam ibadah, yang dibangun di atas dalil rububiyah atau pengakuan atas penciptaan. Syekh Ibn Katsīr menegaskan bahwa ayat ini merupakan pembuka penjelasan keesaan uluhiyah Allah. Dia adalah pemberi nikmat yang mengeluarkan manusia dari ketiadaan menuju wujud serta melimpahkan nikmat lahir dan batin.

‎Seruan yang diawali dengan panggilan kepada seluruh manusia menegaskan jangkauannya yang universal. Sahabat Ibn Abbas menjelaskan bahwa panggilan ini mencakup seluruh manusia yang mukalaf, selain anak-anak dan orang gila. Secara linguistik, Abū Ḥayyān mencatat bahwa instrumen panggil yang digunakan merupakan bentuk paling umum yang dapat menjangkau siapa pun, baik yang dekat maupun yang jauh. Perintah ibadah di sini bermakna sangat luas dan komprehensif.

‎‎Syekh Al-Saʿdī memaparkan bahwa ibadah mencakup menaati perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan membenarkan berita dari-Nya. Dalam konteks ini, Ibn Abbas menegaskan bahwa setiap kata ibadah di dalam Al-Qur'an pada hakikatnya bermakna tauhid. Pilihan kata Rabb atau Tuhan Pemelihara juga mengandung hikmah mendalam. Menurut Imam Al-Ālūsī, penyebutan ini menunjukkan bahwa nikmat pemeliharaan atau tarbiyah adalah pendorong terdekat yang mewajibkan manusia untuk beribadah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya