Kokam Muhammadiyah Siap Amankan Muktamar NU ke-35 di Jombang
Ahmad zuhdi
Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:34 WIB
Kokam Muhammadiyah Siap Amankan Muktamar NU ke-35 di Jombang
Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) dipastikan menerjunkan personelnya untuk mengawal gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Yayasan PPBU, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), menegaskan bahwa keikutsertaan Kokam Muhammadiyah merupakan bentuk dukungan moral sekaligus penguat sinergi antarorganisasi kemasyarakatan Islam.
"Keamanan kita libatkan dari kepolisian, TNI, juga ada dari Banser, keamanan pondok. Dan kemarin juga ada bantuan dari Kokam dari Muhammadiyah itu ada 100 sampai 200 personel. Kemarin datang ke sini, siap support untuk pengamanan,” tutur Gus Rozaq melalui laman MUI, dilihat Kamis (20/8/2026).
Baca Juga:Pesan Mantan Menag untuk Muktamar NU: Jaga Jarak dengan Politik
Merujuk pada data pemetaan per 18 Agustus 2026, ratusan anggota Kokam Muhammadiyah tersebut bakal disiagakan di area sektor Ring 3. Penjagaan di sektor luar ini melengkapi skema keamanan terpadu yang juga melibatkan Tim Khusus SIGAP 9, Banser, Pagar Nusa, TNI, dan Kepolisian.
Keterlibatan Kokam Muhammadiyah dalam agenda akbar warga nahdliyin ini menjadi cerminan indah dari sikap toleransi, kebersamaan, dan semangat saling menjaga antarormas Islam di Indonesia. Selain koordinasi pengamanan, Gus Rozaq menyampaikan bahwa kesiapan fisik lokasi di Tambakberas telah melampaui 80 persen menjelang pelaksanaan pada 27–31 Agustus mendatang.
Sementara, pendiri Alvara Research Center sekaligus salah satu Ketua PBNU, Hasanuddin Ali, menegaskan ada lima kelompok masyarakat yang penting untuk menjadi sasaran utama program NU ke depan. Kelima kelompok strategis tersebut meliputi anak muda, warga perkotaan, kelompok berpendidikan dan profesional, masyarakat kelas menengah, serta kaum perempuan.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Yayasan PPBU, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), menegaskan bahwa keikutsertaan Kokam Muhammadiyah merupakan bentuk dukungan moral sekaligus penguat sinergi antarorganisasi kemasyarakatan Islam.
"Keamanan kita libatkan dari kepolisian, TNI, juga ada dari Banser, keamanan pondok. Dan kemarin juga ada bantuan dari Kokam dari Muhammadiyah itu ada 100 sampai 200 personel. Kemarin datang ke sini, siap support untuk pengamanan,” tutur Gus Rozaq melalui laman MUI, dilihat Kamis (20/8/2026).
Baca Juga:Pesan Mantan Menag untuk Muktamar NU: Jaga Jarak dengan Politik
Merujuk pada data pemetaan per 18 Agustus 2026, ratusan anggota Kokam Muhammadiyah tersebut bakal disiagakan di area sektor Ring 3. Penjagaan di sektor luar ini melengkapi skema keamanan terpadu yang juga melibatkan Tim Khusus SIGAP 9, Banser, Pagar Nusa, TNI, dan Kepolisian.
Keterlibatan Kokam Muhammadiyah dalam agenda akbar warga nahdliyin ini menjadi cerminan indah dari sikap toleransi, kebersamaan, dan semangat saling menjaga antarormas Islam di Indonesia. Selain koordinasi pengamanan, Gus Rozaq menyampaikan bahwa kesiapan fisik lokasi di Tambakberas telah melampaui 80 persen menjelang pelaksanaan pada 27–31 Agustus mendatang.
Sementara, pendiri Alvara Research Center sekaligus salah satu Ketua PBNU, Hasanuddin Ali, menegaskan ada lima kelompok masyarakat yang penting untuk menjadi sasaran utama program NU ke depan. Kelima kelompok strategis tersebut meliputi anak muda, warga perkotaan, kelompok berpendidikan dan profesional, masyarakat kelas menengah, serta kaum perempuan.