Petisi Fans Serukan Infantino Lengser dari Kursi Presiden FIFA: Tamat Sudah Riwayatnya
Sururi al faruq
Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:47 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Kelompok suporter dari seluruh dunia meluncurkan petisi yang menuntut pengunduran diri Gianni Infantino sebagai presiden FIFA serta reformasi menyeluruh terhadap organisasi tersebut.
Infantino kini berada di bawah tekanan yang semakin berat setelah terpaksa membatalkan rencananya untuk mencari investasi swasta guna mengelola turnamen-turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri.
Tiga konfederasi benua menuduh Infantino melakukan "penipuan" dalam surat terbuka pekan lalu terkait cara rencana tersebut disusun dan disajikan. UEFA, sebagai induk sepak bola Eropa, bahkan berniat memboikot event-event FIFA karena telah "kehilangan kepercayaan" terhadap kepemimpinan Infantino.
Meski Infantino masih mendapat dukungan, terutama dari Afrika dan Amerika Selatan, kini organisasi suporter pun menyerukan agar ia mundur melalui petisi yang diluncurkan di change.org.
"Upaya memalukan yang dilakukan oleh satu orang—presiden FIFA sendiri—untuk menjual Piala Dunia kepada investor swasta adalah pengkhianatan yang tak akan pernah dilupakan oleh sepak bola," demikian pernyataan atas nama organisasi suporter tersebut. "Rencana Infantino disusun secara sembunyi-sembunyi. Dirundingkan di balik pintu tertutup. Disembunyikan dari anggota FIFA sendiri dan dari jutaan orang yang hasratnya membuat sepak bola menjadi apa adanya."
Para suporter didorong untuk menandatangani petisi ini, yang telah mendapat dukungan dari keenam konfederasi FIFA yang mencakup kelompok suporter tingkat benua maupun nasional.
"Seorang presiden yang berulang kali mengkhianati sepak bola dan mempermainkan olahraga kita telah kehilangan hak untuk memimpinnya," lanjut pernyataan tersebut. "Demi kredibilitas FIFA—dan demi masa depan olahraga ini—ia harus mengundurkan diri."
Infantino kini berada di bawah tekanan yang semakin berat setelah terpaksa membatalkan rencananya untuk mencari investasi swasta guna mengelola turnamen-turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri.
Tiga konfederasi benua menuduh Infantino melakukan "penipuan" dalam surat terbuka pekan lalu terkait cara rencana tersebut disusun dan disajikan. UEFA, sebagai induk sepak bola Eropa, bahkan berniat memboikot event-event FIFA karena telah "kehilangan kepercayaan" terhadap kepemimpinan Infantino.
Meski Infantino masih mendapat dukungan, terutama dari Afrika dan Amerika Selatan, kini organisasi suporter pun menyerukan agar ia mundur melalui petisi yang diluncurkan di change.org.
"Upaya memalukan yang dilakukan oleh satu orang—presiden FIFA sendiri—untuk menjual Piala Dunia kepada investor swasta adalah pengkhianatan yang tak akan pernah dilupakan oleh sepak bola," demikian pernyataan atas nama organisasi suporter tersebut. "Rencana Infantino disusun secara sembunyi-sembunyi. Dirundingkan di balik pintu tertutup. Disembunyikan dari anggota FIFA sendiri dan dari jutaan orang yang hasratnya membuat sepak bola menjadi apa adanya."
Para suporter didorong untuk menandatangani petisi ini, yang telah mendapat dukungan dari keenam konfederasi FIFA yang mencakup kelompok suporter tingkat benua maupun nasional.
"Seorang presiden yang berulang kali mengkhianati sepak bola dan mempermainkan olahraga kita telah kehilangan hak untuk memimpinnya," lanjut pernyataan tersebut. "Demi kredibilitas FIFA—dan demi masa depan olahraga ini—ia harus mengundurkan diri."