home global news

AS Ubah Status Hezbollah, Kini Tegaskan sebagai Proksi Iran Bukan Gerakan Perlawanan Lebanon

Jum'at, 21 Agustus 2026 - 05:37 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Amerika Serikat secara resmi mengubah penetapan terhadap kelompok Hezbollah Lebanon dengan menegaskan bahwa kelompok tersebut merupakan proksi Iran, bukan organisasi yang berdiri sendiri seperti yang tersirat dalam penetapan sebelumnya.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada Kamis bahwa perubahan tersebut secara khusus mencantumkan Hezbollah sebagai kelompok yang dikenai sanksi karena bertindak untuk atau atas nama Korps Garda Revolusi Islam Iran—Pasukan Quds (IRGC-QF).

Perubahan itu tercantum dalam Executive Order 13224 dan menegaskan bahwa Hezbollah beroperasi dengan sedikit atau bahkan tanpa memperhatikan kedaulatan Lebanon, rakyat Lebanon, maupun negara Lebanon, kata pejabat tersebut.

“Penetapan ini secara resmi mengakui bahwa operasi militer Hezbollah, aktivitas keamanan eksternal, dan jaringan pendanaan utamanya berfungsi sebagai perpanjangan tangan IRGC-QF, instrumen utama Iran untuk melakukan terorisme di luar perbatasannya,” ujar pejabat Departemen Luar Negeri AS tersebut.

“Ini bukan gerakan perlawanan Lebanon,” lanjutnya.

Pejabat itu juga menyoroti berulangnya pernyataan para pejabat Hezbollah mengenai janji kesetiaan dan loyalitas mereka kepada pemimpin tertinggi Iran. Menurutnya, Pasukan Quds juga memiliki pengaruh menentukan terhadap keputusan militer dan strategis Hezbollah.

Washington, kata pejabat tersebut, tetap berkomitmen mengganggu jaringan yang memungkinkan Iran menggunakan Hezbollah sebagai alat untuk merongrong kedaulatan Lebanon, mengancam stabilitas kawasan, dan menjalankan agenda terorisme Teheran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya