UB Berangkatkan Bantuan Logistik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT
Dwi sasongko
Jum'at, 21 Agustus 2026 - 13:40 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Universitas Brawijaya (UB) memberangkatkan bantuan logistik untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026). Pemberangkatan dilakukan dari Gedung Tim Emergensi dan Tanggap Bencana Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Koordinator Tim Respons Bencana NTT UB, Dr. dr. Sri Soenarti, Sp.PD, K-Ger mengatakan pemberangkatan logistik menjadi bagian dari penerjunan Tim Respons Bencana UB yang dilakukan secara bertahap. Sebelum tim utama diberangkatkan, tim asesmen telah diterjunkan untuk memetakan kondisi dan kebutuhan di lokasi terdampak.
“Kemarin kita sudah memberangkatkan dua orang dokter dan satu orang perawat yang bertugas untuk melakukan asesmen cepat tentang situasi, kondisi dan kebutuhan apa yang akan diperlukan di sana, dan hari ini logistiknya akan diberangkatkan,” jelas Sri Soenarti dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Pada tahap dua pemberangkatan logistik ini Tim UB membawa satu unit ambulance, satu unit mobil Hilux 4×4, dan motor trail untuk membantu mobilisasi di area bencana. Adapun Logistik utama yang diberangkatkan berupa bahan medis habis pakai (BMHP). Bantuan juga dilengkapi dengan tenda, matras, sleeping bag, sembako, makanan siap makan, serta kebutuhan memasak.
“Rencana yang paling besar adalah bahan medis habis pakai (BMHP).” ujar dosen Fakultas Kedokteran UB ini.
Bantuan tersebut akan mendukung pelayanan di RSUD Ruteng dan rumah sakit lapangan yang baru dibentuk Kementerian Kesehatan. Tim juga akan menyisir puskesmas terdampak dan melakukan pendekatan jemput bola ke tenda pengungsian masyarakat di sekitar Kabupaten Manggarai. Penempatan bantuan akan disesuaikan dengan arahan penanggung jawab kesehatan setempat dan kebutuhan di lapangan.
Dalam pengiriman logistik, ketersediaan tiket kapal menjadi salah satu tantangan karena tingginya jumlah relawan yang menuju NTT. Namun, tim memastikan kendaraan besar masih mendapatkan ruang untuk diberangkatkan.
Koordinator Tim Respons Bencana NTT UB, Dr. dr. Sri Soenarti, Sp.PD, K-Ger mengatakan pemberangkatan logistik menjadi bagian dari penerjunan Tim Respons Bencana UB yang dilakukan secara bertahap. Sebelum tim utama diberangkatkan, tim asesmen telah diterjunkan untuk memetakan kondisi dan kebutuhan di lokasi terdampak.
“Kemarin kita sudah memberangkatkan dua orang dokter dan satu orang perawat yang bertugas untuk melakukan asesmen cepat tentang situasi, kondisi dan kebutuhan apa yang akan diperlukan di sana, dan hari ini logistiknya akan diberangkatkan,” jelas Sri Soenarti dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Pada tahap dua pemberangkatan logistik ini Tim UB membawa satu unit ambulance, satu unit mobil Hilux 4×4, dan motor trail untuk membantu mobilisasi di area bencana. Adapun Logistik utama yang diberangkatkan berupa bahan medis habis pakai (BMHP). Bantuan juga dilengkapi dengan tenda, matras, sleeping bag, sembako, makanan siap makan, serta kebutuhan memasak.
“Rencana yang paling besar adalah bahan medis habis pakai (BMHP).” ujar dosen Fakultas Kedokteran UB ini.
Bantuan tersebut akan mendukung pelayanan di RSUD Ruteng dan rumah sakit lapangan yang baru dibentuk Kementerian Kesehatan. Tim juga akan menyisir puskesmas terdampak dan melakukan pendekatan jemput bola ke tenda pengungsian masyarakat di sekitar Kabupaten Manggarai. Penempatan bantuan akan disesuaikan dengan arahan penanggung jawab kesehatan setempat dan kebutuhan di lapangan.
Dalam pengiriman logistik, ketersediaan tiket kapal menjadi salah satu tantangan karena tingginya jumlah relawan yang menuju NTT. Namun, tim memastikan kendaraan besar masih mendapatkan ruang untuk diberangkatkan.