Baznas RI Bangun 3 Masjid Darurat Bagi Penyintas Gempa di NTT
Ahmad zuhdi
Ahad, 23 Agustus 2026 - 17:35 WIB
Baznas RI melalui tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) membangun tiga masjid darurat untuk memenuhi kebutuhan ibadah warga terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baznas RI melalui tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) membangun tiga masjid darurat untuk memenuhi kebutuhan ibadah warga terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun lokasi tiga masjid darurat tersebut, di antaranya di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, serta dua lokasi lainnya di Kampung Kajulaki dan Desa Nangadhero yang berada di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid menyampaikan, pendirian tiga masjid darurat tersebut dilakukan sebagai respons atas kebutuhan mendesak masyarakat akan sarana ibadah di tengah kondisi yang serba terbatas pascagempa.
“Kami sangat berduka atas bencana gempa bumi di sejumlah wilayah NTT. Saat ini Baznas terus mengerahkan bantuan kemanusiaan, termasuk pembangunan masjid darurat ini,” kata Sodik dalam keterangan tertulis Ahad (23/8/2026).
Menurut Sodik, kerusakan akibat gempa tidak hanya berdampak pada tempat tinggal dan fasilitas umum, tetapi juga masjid yang selama ini menjadi tempat masyarakat menjalankan ibadah. Kondisi itu membuat aktivitas keagamaan warga ikut terganggu, sehingga keberadaan masjid darurat menjadi kebutuhan yang perlu segera dipenuhi.
“Kita ketahui banyak bangunan yang rusak parah, termasuk masjid. Karena itu, sementara ini kami berupaya menghadirkan tiga masjid darurat agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan aman selama proses pemulihan berlangsung. Alhamdulillah, banyak relawan dan masyarakat turut membantu mendirikan masjid darurat ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, Baznas akan terus memantau kebutuhan masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT. Bantuan akan diarahkan sesuai kondisi di lapangan, dengan memperhatikan kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat.
Ia berharap, keberadaan masjid darurat tersebut dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas ibadah di tengah proses pemulihan. Dukungan dari berbagai pihak juga diharapkan terus mengalir sehingga masyarakat terdampak gempa di NTT dapat segera bangkit dan kembali menjalankan kehidupan secara normal.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid menyampaikan, pendirian tiga masjid darurat tersebut dilakukan sebagai respons atas kebutuhan mendesak masyarakat akan sarana ibadah di tengah kondisi yang serba terbatas pascagempa.
“Kami sangat berduka atas bencana gempa bumi di sejumlah wilayah NTT. Saat ini Baznas terus mengerahkan bantuan kemanusiaan, termasuk pembangunan masjid darurat ini,” kata Sodik dalam keterangan tertulis Ahad (23/8/2026).
Menurut Sodik, kerusakan akibat gempa tidak hanya berdampak pada tempat tinggal dan fasilitas umum, tetapi juga masjid yang selama ini menjadi tempat masyarakat menjalankan ibadah. Kondisi itu membuat aktivitas keagamaan warga ikut terganggu, sehingga keberadaan masjid darurat menjadi kebutuhan yang perlu segera dipenuhi.
“Kita ketahui banyak bangunan yang rusak parah, termasuk masjid. Karena itu, sementara ini kami berupaya menghadirkan tiga masjid darurat agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan aman selama proses pemulihan berlangsung. Alhamdulillah, banyak relawan dan masyarakat turut membantu mendirikan masjid darurat ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, Baznas akan terus memantau kebutuhan masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT. Bantuan akan diarahkan sesuai kondisi di lapangan, dengan memperhatikan kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat.
Ia berharap, keberadaan masjid darurat tersebut dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas ibadah di tengah proses pemulihan. Dukungan dari berbagai pihak juga diharapkan terus mengalir sehingga masyarakat terdampak gempa di NTT dapat segera bangkit dan kembali menjalankan kehidupan secara normal.