home global news

JK Bersuara soal Perkataan Yaqut tentang Kemenag Hadiah untuk NU

Senin, 25 Oktober 2021 - 18:05 WIB
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) HM Jusuf Kalla. Foto: Antaranews
Kementerian Agama (Kemenag) bukan hadiah untuk organisasi kemasyarakatan keagamaan tertentu saja, melainkan keharusan dari negara memberikan wadah untuk seluruh agama dan ormas keagamaan di Indonesia. hal tersebut ditegaskanKetua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK).

Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 tersebut mengatakan, Kemenag merupakan lembaga kementerian milik pemerintah yang bertugas untuk menaungi seluruh agama dan ormas keagamaan di Indonesia. "(Kemenag) Itu bukan hadiah, itu adalah keharusan, karena negeri kita ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa sehingga tentu semua agama sangat penting untuk dilindungi," kata Jusuf Kalla dalam keterangannya yang diterima, Senin (25/10/2021).

Baca Juga:Kisah Andi Purnono, Santri yang Kini Jadi Imam Masjid UEA

"Jadi bukan hanya NU, tetapi semua agama dan semua organisasi keagamaan. Itu yang dinaungi pemerintah lewat Kementerian Agama," ucapnya.

Hal itu disampaikan JK untuk menanggapi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang mengatakan bahwa Kemenag merupakan hadiah dari negara untuk NU. Yaqut menyampaikan hal tersebut dalam sebuah webinar internasional yang diunggah di akun Youtube TVNU pada, Rabu (20/10/2021).

Pernyataan Yaqut tersebut berawal adanya perdebatan kecil di Kemenag, terkait adanya keinginan mengubah logo atau tagline Ikhlas Beramal. Yaqut menilai, tagline tersebut tidak perlu ditulis melainkan dimaknai di dalam hati.

"Ikhlas kok ditulis, ya ini menunjukkan enggak ikhlas," kata Yaqut.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
jusuf kalla dmi yaqut cholil qoumas nahdlatul ulama kemenag
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya