Iran-Oman Bahas Kesepakatan Selat Hormuz, Jalur Energi Dunia Belum Dibuka
Nabil
Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:02 WIB
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Iran dan Oman masih membahas rincian kesepakatan terkait Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan seorang sumber senior Iran pada Rabu, setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya menyebut kedua negara telah menyepakati pembagian wilayah perairan serta pendapatan dari jalur strategis tersebut.
Juru bicara IRGC, yang menyampaikan sikap resmi Teheran, juga mengatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kecuali Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan Iran berdasarkan kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai pada Juni sebelum kemudian runtuh.
Tuntutan tersebut mencakup penghentian blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, pemberian kompensasi, serta pencabutan sanksi.
Iran dan Oman telah beberapa kali melakukan pembicaraan selama berminggu-minggu mengenai pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz. Sebelum perang dimulai pada Februari, jalur tersebut menjadi lintasan bagi seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.
Sebagian besar aktivitas pelayaran melalui kawasan itu kemudian terhenti. Kondisi tersebut mendorong harga energi global naik ketika Teheran dan Washington berusaha mengendalikan jalur pelayaran dengan menerapkan blokade masing-masing.
"Kesepakatan dengan Oman mengenai Selat Hormuz belum final," kata sumber senior Iran kepada Reuters. Ia menambahkan bahwa pembicaraan masih berlanjut untuk membahas rincian kesepakatan.
Sementara itu, juru bicara IRGC mengatakan Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai pembagian wilayah dan pendapatan.
Juru bicara IRGC, yang menyampaikan sikap resmi Teheran, juga mengatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kecuali Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan Iran berdasarkan kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai pada Juni sebelum kemudian runtuh.
Tuntutan tersebut mencakup penghentian blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, pemberian kompensasi, serta pencabutan sanksi.
Iran dan Oman telah beberapa kali melakukan pembicaraan selama berminggu-minggu mengenai pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz. Sebelum perang dimulai pada Februari, jalur tersebut menjadi lintasan bagi seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia.
Sebagian besar aktivitas pelayaran melalui kawasan itu kemudian terhenti. Kondisi tersebut mendorong harga energi global naik ketika Teheran dan Washington berusaha mengendalikan jalur pelayaran dengan menerapkan blokade masing-masing.
"Kesepakatan dengan Oman mengenai Selat Hormuz belum final," kata sumber senior Iran kepada Reuters. Ia menambahkan bahwa pembicaraan masih berlanjut untuk membahas rincian kesepakatan.
Sementara itu, juru bicara IRGC mengatakan Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai pembagian wilayah dan pendapatan.