Ustaz Adi Hidayat Sentil Pemerintah Lewat Analogi Imam Shalat, Warganet Soroti Isi Pesan
Esti setiyowati
Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:44 WIB
Ustaz Adi Hidayat Sentil Pemerintah Lewat Analogi Imam Shalat, Warganet Soroti Isi Pesan. Foto: Instagram/adihidayatofficial.
Ustaz Adi Hidayat (UAH) menyoroti pentingnya mengkoreksi pemimpin ketia ia melakukan kesalahan. Pesan tersebut disampaikan melalui unggahan di Instagram yang kemudian mendapat perhatian warganet dan disebut sebagai sentilan terhadap kondisi pemerintahan Indonesia saat ini.
Dalam unggahannya, UAH menceritakan pengalaman saat melaksanakan shalat Subuh di Masjidil Haram, Mekkah. Ia menyebut imam sempat keliru membaca sebagian ayat Al-Qur'an.
Baca juga: Maulid Nabi 1448 H, Ustaz Adi Hidayat Soroti Indonesia, UAS dan Das'ad Latif Bicara soal Penguasa
"Shubuh tadi, di Pusat Spiritual Kota Suci, Masjid Al-Haram, Imam keliru membaca sebagian Ayat Al-Qur’an," tulis pendakwah kelahiran Pandeglang, 11 September 1984 ini pada Kamis (27/8/2026).
Menurut UAH, para makmum yang mendengar kesalahan tersebut merespons dengan cara berbeda. Ada yang bergumam, menyahut keras, dan ada pula yang memilih diam. Namun, Ustaz Adi Hidayat menilai suara yang paling menentukan justru berasal dari makmum yang berada paling dekat dengan imam.
UAH menggambarkan makmum terdekat tersebut sebagai para asisten imam yang berada di barisan depan.
"Para makmum menyikapi dengan beragam. Ada yang bergumam, menyahut keras, dan banyak juga yang diam. Namun yang paling menentukan ternyata suara makmum terdekat imam, para asisten yang berada tepat di baris depan," urainya.
Dalam unggahannya, UAH menceritakan pengalaman saat melaksanakan shalat Subuh di Masjidil Haram, Mekkah. Ia menyebut imam sempat keliru membaca sebagian ayat Al-Qur'an.
Baca juga: Maulid Nabi 1448 H, Ustaz Adi Hidayat Soroti Indonesia, UAS dan Das'ad Latif Bicara soal Penguasa
"Shubuh tadi, di Pusat Spiritual Kota Suci, Masjid Al-Haram, Imam keliru membaca sebagian Ayat Al-Qur’an," tulis pendakwah kelahiran Pandeglang, 11 September 1984 ini pada Kamis (27/8/2026).
Menurut UAH, para makmum yang mendengar kesalahan tersebut merespons dengan cara berbeda. Ada yang bergumam, menyahut keras, dan ada pula yang memilih diam. Namun, Ustaz Adi Hidayat menilai suara yang paling menentukan justru berasal dari makmum yang berada paling dekat dengan imam.
UAH menggambarkan makmum terdekat tersebut sebagai para asisten imam yang berada di barisan depan.
"Para makmum menyikapi dengan beragam. Ada yang bergumam, menyahut keras, dan banyak juga yang diam. Namun yang paling menentukan ternyata suara makmum terdekat imam, para asisten yang berada tepat di baris depan," urainya.