Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Tembus 552 Orang, Lebih dari 1.400 Masih Hilang
Nabil
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:04 WIB
(Dok: Ilustrasi Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Banjir dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal-Tibet pada pekan ini telah menewaskan sedikitnya 547 orang, menurut kepolisian Nepal pada Jumat.
Media pemerintah China sebelumnya mengonfirmasi lima orang meninggal dunia dalam bencana yang terjadi pada Rabu. Dengan demikian, jumlah korban tewas akibat bencana tersebut mencapai sedikitnya 552 orang.
Lebih dari 1.400 orang masih dinyatakan hilang. Mereka termasuk ratusan warga negara asing.
Survei Geologi Amerika Serikat (US Geological Survey) menyebut bencana tersebut sebagai yang paling mematikan di Nepal sejak gempa bumi 2015. Bencana itu dipicu oleh runtuhnya gletser yang kemudian menyebabkan aliran besar material es dan puing-puing.
Selain itu, otoritas India menemukan tujuh jenazah dari sejumlah sungai yang mengalir dari Nepal. Para pejabat pada Jumat mengatakan ketujuh jenazah tersebut diyakini merupakan korban banjir dahsyat yang melanda Nepal.
Otoritas kini masih berupaya mengidentifikasi ketujuh jenazah tersebut. Karena ditemukan di wilayah India, tujuh korban itu belum termasuk dalam jumlah keseluruhan korban tewas.
Media pemerintah China sebelumnya mengonfirmasi lima orang meninggal dunia dalam bencana yang terjadi pada Rabu. Dengan demikian, jumlah korban tewas akibat bencana tersebut mencapai sedikitnya 552 orang.
Lebih dari 1.400 orang masih dinyatakan hilang. Mereka termasuk ratusan warga negara asing.
Survei Geologi Amerika Serikat (US Geological Survey) menyebut bencana tersebut sebagai yang paling mematikan di Nepal sejak gempa bumi 2015. Bencana itu dipicu oleh runtuhnya gletser yang kemudian menyebabkan aliran besar material es dan puing-puing.
Selain itu, otoritas India menemukan tujuh jenazah dari sejumlah sungai yang mengalir dari Nepal. Para pejabat pada Jumat mengatakan ketujuh jenazah tersebut diyakini merupakan korban banjir dahsyat yang melanda Nepal.
Otoritas kini masih berupaya mengidentifikasi ketujuh jenazah tersebut. Karena ditemukan di wilayah India, tujuh korban itu belum termasuk dalam jumlah keseluruhan korban tewas.
(lam)