PLN dan Pemprov Bali Percepat PLTS 100 GWp, Gilimanuk Jadi Lokasi Awal
Tim langit 7
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:06 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jembrana; PT PLN (Persero) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memperkuat sinergi dalam mempercepat pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan yang berkelanjutan di Provinsi Bali. Langkah kolaboratif ini menjadi bagian dari upaya mendukung Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Percepatan Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali antara Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dan Gubernur Bali, I Wayan Koster, di Jembrana, Bali.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, menilai dukungan pemerintah pusat dan sinergi dengan PLN menjadi faktor penting dalam mewujudkan program Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih sebagai bagian dari visi pembangunan daerah. Program tersebut telah memiliki landasan hukum melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019.
"Jadi semuanya sudah dirancang sejak tahun 2019 yang lalu, namun belum bisa berjalan optimal karena situasi pada saat itu kurang kondusif, COVID-19 dan masalah lain. Kali ini menemukan momentum yang tepat bersama Bapak Presiden dan Bapak Menteri ESDM, (program) ini akan bisa segera diwujudkan," terang I Wayan Koster, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, pengembangan PLTS di Bali tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga dapat memperkuat citra pariwisata Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia yang mengedepankan kelestarian lingkungan.
“Manfaat daripada PLTS ini tidak saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga meningkatkan citra pariwisata Bali. Karena Bali merupakan daerah wisata utama dunia yang perlu didukung dengan ekosistem lingkungan yang bersih,” ujar I Wayan Koster.
Menyambut baik dukungan Pemprov Bali, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan perseroan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur energi terbarukan di Bali sebagai bagian dari Program PLTS 100 GWp. Langkah tersebut sekaligus mendukung Asta Cita Pemerintah dalam mewujudkan swasembada dan memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi sumber energi domestik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Percepatan Pengembangan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali antara Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dan Gubernur Bali, I Wayan Koster, di Jembrana, Bali.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, menilai dukungan pemerintah pusat dan sinergi dengan PLN menjadi faktor penting dalam mewujudkan program Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih sebagai bagian dari visi pembangunan daerah. Program tersebut telah memiliki landasan hukum melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019.
"Jadi semuanya sudah dirancang sejak tahun 2019 yang lalu, namun belum bisa berjalan optimal karena situasi pada saat itu kurang kondusif, COVID-19 dan masalah lain. Kali ini menemukan momentum yang tepat bersama Bapak Presiden dan Bapak Menteri ESDM, (program) ini akan bisa segera diwujudkan," terang I Wayan Koster, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, pengembangan PLTS di Bali tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga dapat memperkuat citra pariwisata Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia yang mengedepankan kelestarian lingkungan.
“Manfaat daripada PLTS ini tidak saja untuk memenuhi kebutuhan energi, tapi juga meningkatkan citra pariwisata Bali. Karena Bali merupakan daerah wisata utama dunia yang perlu didukung dengan ekosistem lingkungan yang bersih,” ujar I Wayan Koster.
Menyambut baik dukungan Pemprov Bali, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan perseroan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur energi terbarukan di Bali sebagai bagian dari Program PLTS 100 GWp. Langkah tersebut sekaligus mendukung Asta Cita Pemerintah dalam mewujudkan swasembada dan memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi sumber energi domestik.