Cak Imin: Evaluasi Total di Muktamar NU, Kemandirian Harga Mati
Tim langit 7
Jum'at, 28 Agustus 2026 - 20:49 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jombang; Ketum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tak ingin NU kembali terjerat masalah yang sama. Di tengah padatnya acara Muktamar ke-35, ia menyoroti pentingnya perbaikan sistem kepemimpinan yang mandiri dan tidak bergantung pada kekuatan luar.
Usai menghadiri acara Majelis Pemberdayaan Manusia di Ponpes Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Jombang, Jumat (28/8/2026), Cak Imin menyampaikan pesan tegas: pemimpin NU ke depan harus belajar dari kesalahan periode sebelumnya.
"Yang sesuai ya, jangan mengulangi yang salah," ujarnya singkat sebelum masuk ke mobil.
Baginya, kekuatan NU sangat besar. Sayangnya, dalam lima tahun terakhir, potensi itu tidak dikelola maksimal. Bahkan, ia menyebut ada kerusakan dalam ikatan ukhuwah nahdliyah—hal yang selama ini menjadi perekat sosial dan ekonomi warga NU.
"Tidak ada jalan lain agar kekuatan NU tidak punah. Kecuali NU memiliki sistem yang mandiri, tidak bergantung kepada siapapun," tegasnya.
Cak Imin juga menegaskan bahwa Muktamar ke-35 NU harus dijadikan panggung evaluasi, bukan sekadar ajang pergantian pengurus. Ia ingin ada perbaikan nyata dalam pengelolaan organisasi, terutama dalam menjaga soliditas dan kemandirian ekonomi sosial jamaah.
"Kegagalan lima tahun terakhir ini harus menjadi evaluasi karena muktamar itu forum evaluasi," pungkasnya.
Usai menghadiri acara Majelis Pemberdayaan Manusia di Ponpes Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Jombang, Jumat (28/8/2026), Cak Imin menyampaikan pesan tegas: pemimpin NU ke depan harus belajar dari kesalahan periode sebelumnya.
"Yang sesuai ya, jangan mengulangi yang salah," ujarnya singkat sebelum masuk ke mobil.
Baginya, kekuatan NU sangat besar. Sayangnya, dalam lima tahun terakhir, potensi itu tidak dikelola maksimal. Bahkan, ia menyebut ada kerusakan dalam ikatan ukhuwah nahdliyah—hal yang selama ini menjadi perekat sosial dan ekonomi warga NU.
"Tidak ada jalan lain agar kekuatan NU tidak punah. Kecuali NU memiliki sistem yang mandiri, tidak bergantung kepada siapapun," tegasnya.
Cak Imin juga menegaskan bahwa Muktamar ke-35 NU harus dijadikan panggung evaluasi, bukan sekadar ajang pergantian pengurus. Ia ingin ada perbaikan nyata dalam pengelolaan organisasi, terutama dalam menjaga soliditas dan kemandirian ekonomi sosial jamaah.
"Kegagalan lima tahun terakhir ini harus menjadi evaluasi karena muktamar itu forum evaluasi," pungkasnya.