Lantik 4 Pimpinan Daerah, Ustaz Sofyan Munawar: Dakwah Harus Lebih Akseleratif
Ahmad zuhdi
Ahad, 30 Agustus 2026 - 06:00 WIB
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Islam (Persis) DKI Jakarta, Ustaz Sofyan Munawar melantik empat Ketua PD Persis di Aula PC Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (29/8/2026) sore. Foto: Ahmad Zuhdi.
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Islam (Persis) DKI Jakarta, Ustaz Sofyan Munawar, menegaskan bahwa momentum pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musyda) dan pelantikan kepengurusan baru di tingkat Pimpinan Daerah (PD) harus menjadi titik kebangkitan nyata. Ia meminta seluruh jajaran pimpinan yang baru dilantik tidak hanya melengkapi struktur di atas kertas, tetapi wajib menggerakkan dakwah secara lebih cepat dan akseleratif.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Sofyan Munawar saat memberikan pengarahan dalam penutupan Musyda sekaligus Pelantikan 4 Pimpinan Daerah, yaitu PD Persis Jakarta Pusat, PD Persis Jakarta Timur, PD Persis Jakarta Barat, serta 1 PD rintisan baru yakni PD Persis Kabupaten Kepulauan Seribu.
Ustaz Sofyan mengingatkan bahwa Musyda bukanlah sekadar agenda rutin pergantian pimpinan puncak atau penggantian susunan tasykil (pengurus).
"Kita hadir di musyawarah ini bukan untuk mengganti kepengurusan semata-mata, bukan untuk mengganti tasykil, mengganti pimpinan puncak, bukan," tegas Ustaz Sofyan Munawar di aula PC Matraman akhir pekan ini.
"Tapi kita hadir untuk memastikan setelah Musyda ini dakwah harus bergerak lebih cepat (akseleratif) daripada sebelumnya. Itu catatan saya. Jangan sampai Musda hanya memunculkan nama-nama yang tertulis di susunan tasykil, melengkap di atas kertas tapi di lapangan sunyi dan tidak digerakkan, itu yang tidak diinginkan," imbuhnya.
Ia juga menegaskan pentingnya ikhtiar nyata yang menyertai doa. "Doa tanpa ikhtiar adalah kebodohan, dan ikhtiar tanpa doa adalah kesombongan," ujanya mengingatkan.
Menghadapi realitas objektif peta dakwah di DKI Jakarta, Ustaz Sofyan secara jujur meminta seluruh pengurus PD untuk membuka mata terhadap kondisi jemaah dan pimpinan cabang (PC) di wilayah masing-masing.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Sofyan Munawar saat memberikan pengarahan dalam penutupan Musyda sekaligus Pelantikan 4 Pimpinan Daerah, yaitu PD Persis Jakarta Pusat, PD Persis Jakarta Timur, PD Persis Jakarta Barat, serta 1 PD rintisan baru yakni PD Persis Kabupaten Kepulauan Seribu.
Ustaz Sofyan mengingatkan bahwa Musyda bukanlah sekadar agenda rutin pergantian pimpinan puncak atau penggantian susunan tasykil (pengurus).
"Kita hadir di musyawarah ini bukan untuk mengganti kepengurusan semata-mata, bukan untuk mengganti tasykil, mengganti pimpinan puncak, bukan," tegas Ustaz Sofyan Munawar di aula PC Matraman akhir pekan ini.
"Tapi kita hadir untuk memastikan setelah Musyda ini dakwah harus bergerak lebih cepat (akseleratif) daripada sebelumnya. Itu catatan saya. Jangan sampai Musda hanya memunculkan nama-nama yang tertulis di susunan tasykil, melengkap di atas kertas tapi di lapangan sunyi dan tidak digerakkan, itu yang tidak diinginkan," imbuhnya.
Ia juga menegaskan pentingnya ikhtiar nyata yang menyertai doa. "Doa tanpa ikhtiar adalah kebodohan, dan ikhtiar tanpa doa adalah kesombongan," ujanya mengingatkan.
Menghadapi realitas objektif peta dakwah di DKI Jakarta, Ustaz Sofyan secara jujur meminta seluruh pengurus PD untuk membuka mata terhadap kondisi jemaah dan pimpinan cabang (PC) di wilayah masing-masing.