Ternyata Ada Umat Islam Jadi Warga Negara Israel dan Mereka Mengalami Diskriminasi
Muhajirin
Selasa, 26 Oktober 2021 - 09:32 WIB
ilustrasi perilaku Yahudi terhadap seorang muslimah (foto: anadolu agency)
Banyak warga muslim yang tinggal di Israel adalah fakta yang tak bisa dibantah. Populasi muslim di Israel mencapai 17.8% dari total penduduknya. Keberadaan mereka tidak terlepas dari konflik yang berlangsung di Palestina pada 1948. Setelah deklarasi pembentukan negara Israel, orang-orang yahudi mencaplok sebagian besar Palestina.
“Tahun tersebut sangat menyedihkan bagi semua warga muslim dan warga Arab di seluruh dunia, karena tahun ini mengumumkan pendirian The Jewish State (Negara yahudi) yaitu Israel,” kata Youtuber asal Mesir yang tinggal di Malang melalui akun youtube-nya, dikutip Selasa (24/10/2021).
Orang-orang Arab Palestina sudah menetap di sana sejak lama, yakni semenjak Khalifah Umar bin Khattab RA menaklukkan Baitul Maqdis pada 637 M. Mereka datang dari berbagai negara seperti Persia, Yaman, Mesir, dan banyak lagi.
Di kawasan yang lantas dicaplok Israel, terdapat sekitar 950 ribu warga Arab Palestina. Kemudian, sekitar 80 persen memilih mengungsi karena intimidasi dan tinggal menyisakan 156 ribu jiwa.
Baca Juga:Rayakan Sukkot, Israel Larang Muslim Masuki Masjid Ibrahimi
Warga Arab Muslim yang memilih tetap tinggal dan menolak mengungsi itu menjadi cikal-bakal ada warga muslim di Israel. Mereka bertahan di tengah diskriminasi yang sangat berat.
“Disuruh keluar, tidak mau. Dan Israel sudah membawa imigran yahudi dari seluruh penjuru dunia untuk menempati rumah-rumah orang Palestina,” kata Fouly.
“Tahun tersebut sangat menyedihkan bagi semua warga muslim dan warga Arab di seluruh dunia, karena tahun ini mengumumkan pendirian The Jewish State (Negara yahudi) yaitu Israel,” kata Youtuber asal Mesir yang tinggal di Malang melalui akun youtube-nya, dikutip Selasa (24/10/2021).
Orang-orang Arab Palestina sudah menetap di sana sejak lama, yakni semenjak Khalifah Umar bin Khattab RA menaklukkan Baitul Maqdis pada 637 M. Mereka datang dari berbagai negara seperti Persia, Yaman, Mesir, dan banyak lagi.
Di kawasan yang lantas dicaplok Israel, terdapat sekitar 950 ribu warga Arab Palestina. Kemudian, sekitar 80 persen memilih mengungsi karena intimidasi dan tinggal menyisakan 156 ribu jiwa.
Baca Juga:Rayakan Sukkot, Israel Larang Muslim Masuki Masjid Ibrahimi
Warga Arab Muslim yang memilih tetap tinggal dan menolak mengungsi itu menjadi cikal-bakal ada warga muslim di Israel. Mereka bertahan di tengah diskriminasi yang sangat berat.
“Disuruh keluar, tidak mau. Dan Israel sudah membawa imigran yahudi dari seluruh penjuru dunia untuk menempati rumah-rumah orang Palestina,” kata Fouly.