Pakar UGM: Abai Protokol Kesehatan Picu Gelombang Ketiga Covid-19
Muhajirin
Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:07 WIB
dr. Riris Andono Ahmad, MPH, Ph.D (foto: kagama.co)
Pakar epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Riris Andono Ahmad, M.P.H., Ph.D., menilai kebiasaan seluruh elemen masyarakat mengabaikan protokol kesehatan akan menjadi pemicu gelombang ketiga Covid-19. Ini menyusul prediksi Indonesia akan mengalami gelombang ketiga corona pada Desember 2021-Januari 2022.
Dia menyebut kemungkinan gelombang Covid-19 merupakan sebuah keniscayaan. Tidak ada yang bisa menentukan waktu peristiwa itu terjadi, semua tergantung pada situasi yang berkembang di masyarakat.
Riris mengatakan, mobilitas interaksi sosial dan kepatuhan dalam implementasi 3 M yakni menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker merupakan situasi menjadi pemicu paling menonjol. Virus corona masih terus ada dan tidak sedikit orang yang tak memiliki kekebalan. Sementara, pada orang yang telah divaksin, kekebalan yang didapat pun akan menurun seiring berjalannya waktu.
Baca Juga:DPR: Pelandaian Kasus Covid-19 Harus Dipertahankan dengan 5T dan 3T
“Jadi, tidak hanya satu kali gelombang tiga lalu stop, tapi akan terjadi lagi selama virus masih ada dan bersirkulasi secara global,” ucap Riris, dikutip laman resmi UGM, Selasa (26/10/2021).
Terkait vaksin, kata dia, beberapa negara dengan cakupan vaksinasi relatif tinggi seperti Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa saat ini pun tengah berjuang kembali dengan corona akibat varian Delta. Varian Delta memiliki tingkat penularan lebih tinggi membutuhkan cakupan imunitas yang lebih tinggi dalam populasi.
Dia menyebut kemungkinan gelombang Covid-19 merupakan sebuah keniscayaan. Tidak ada yang bisa menentukan waktu peristiwa itu terjadi, semua tergantung pada situasi yang berkembang di masyarakat.
Riris mengatakan, mobilitas interaksi sosial dan kepatuhan dalam implementasi 3 M yakni menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker merupakan situasi menjadi pemicu paling menonjol. Virus corona masih terus ada dan tidak sedikit orang yang tak memiliki kekebalan. Sementara, pada orang yang telah divaksin, kekebalan yang didapat pun akan menurun seiring berjalannya waktu.
Baca Juga:DPR: Pelandaian Kasus Covid-19 Harus Dipertahankan dengan 5T dan 3T
“Jadi, tidak hanya satu kali gelombang tiga lalu stop, tapi akan terjadi lagi selama virus masih ada dan bersirkulasi secara global,” ucap Riris, dikutip laman resmi UGM, Selasa (26/10/2021).
Terkait vaksin, kata dia, beberapa negara dengan cakupan vaksinasi relatif tinggi seperti Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa saat ini pun tengah berjuang kembali dengan corona akibat varian Delta. Varian Delta memiliki tingkat penularan lebih tinggi membutuhkan cakupan imunitas yang lebih tinggi dalam populasi.