Irak Rampungkan Interogasi 5.704 Tersangka ISIS yang Dipindahkan dari Suriah
Nabil
Rabu, 02 September 2026 - 05:02 WIB
(Dok: Ilustrasi)
LANGIT7.ID-Jakarta; Irak merampungkan pemeriksaan terhadap 5.704 tersangka ISIS yang sebelumnya ditahan di Suriah dan dipindahkan ke Irak oleh Amerika Serikat. Setelah proses interogasi selesai, seluruh kasus tersebut kini akan dilanjutkan ke tahap persidangan.
Dewan Kehakiman Tertinggi Irak pada Selasa mengatakan telah menyelesaikan “tahap interogasi” terhadap 5.704 tersangka ISIS yang dibawa dari wilayah timur laut Suriah. Para tersangka selanjutnya dilimpahkan untuk menjalani persidangan.
Dari proses penyelidikan tersebut, aparat mengidentifikasi sejumlah komandan ISIS, termasuk beberapa tokoh berpangkat tinggi, yang diduga terlibat dalam “kejahatan di tingkat internasional”, menurut dewan tersebut.
Enam tersangka diketahui terlibat “secara langsung” dalam memaksa anggota minoritas Yazidi, yang menjadi salah satu kelompok yang mengalami kekejaman terburuk di tangan ISIS, untuk menjalani “perbudakan”.
Amerika Serikat pada Februari menyelesaikan pemindahan para tahanan yang telah bertahun-tahun ditahan di kamp-kamp di Suriah yang berada di bawah pengawasan pasukan pimpinan Kurdi.
Washington mengambil langkah tersebut setelah Damaskus merebut kembali wilayah di sekitar kamp-kamp tersebut.
Setibanya di Irak, lembaga peradilan langsung memulai proses interogasi sebagai persiapan untuk mengambil tindakan hukum terhadap para tersangka yang berasal dari 67 negara.
Dewan Kehakiman Tertinggi Irak pada Selasa mengatakan telah menyelesaikan “tahap interogasi” terhadap 5.704 tersangka ISIS yang dibawa dari wilayah timur laut Suriah. Para tersangka selanjutnya dilimpahkan untuk menjalani persidangan.
Dari proses penyelidikan tersebut, aparat mengidentifikasi sejumlah komandan ISIS, termasuk beberapa tokoh berpangkat tinggi, yang diduga terlibat dalam “kejahatan di tingkat internasional”, menurut dewan tersebut.
Enam tersangka diketahui terlibat “secara langsung” dalam memaksa anggota minoritas Yazidi, yang menjadi salah satu kelompok yang mengalami kekejaman terburuk di tangan ISIS, untuk menjalani “perbudakan”.
Amerika Serikat pada Februari menyelesaikan pemindahan para tahanan yang telah bertahun-tahun ditahan di kamp-kamp di Suriah yang berada di bawah pengawasan pasukan pimpinan Kurdi.
Washington mengambil langkah tersebut setelah Damaskus merebut kembali wilayah di sekitar kamp-kamp tersebut.
Setibanya di Irak, lembaga peradilan langsung memulai proses interogasi sebagai persiapan untuk mengambil tindakan hukum terhadap para tersangka yang berasal dari 67 negara.