Muhammadiyah dan PBB Bahas HAM Serta Edukasi Penanganan Terorisme
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan delegasi Special Procedures Dewan HAM PBB di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penegakan hak asasi manusia dalam penanganan terorisme di Indonesia melalui pendekatan pendidikan, moderasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Ketiga pimpinan PP Muhammadiyah, termasuk Syafiq A. Mughni dan Ketua LHKP Ridho Al-Hamdi, menekankan bahwa pemberantasan terorisme harus berlangsung secara adil tanpa memicu stigma terhadap agama tertentu maupun mengabaikan prinsip HAM.
Ketua LHKP PP Muhammadiyah, Ridho Al-Hamdi, menjelaskan bahwa delegasi PBB menaruh perhatian besar pada peran strategis Muhammadiyah yang memiliki jaringan sumber daya luas dalam merespons isu terorisme.
Baca Juga:Kiai Cholil Nafis Optimis Gus Kikin Bawa Kemandirian Ekonomi NU
“Mereka datang ke Muhammadiyah karena Muhammadiyah merupakan organisasi yang cukup besar dengan sumber daya yang besar. Tentu mereka mempertimbangkan bagaimana keterlibatan Muhammadiyah dalam menghadapi aksi maupun isu terorisme,” kata Ridho dikutip laman Muhammadiyah.
PP Muhammadiyah, jelas Ridho, menegaskan penolakan terhadap segala aksi teror, namun mendorong upaya pencegahan yang mendidik melalui ribuan sekolah dan perguruan tinggi, bukan melulu mengandalkan cara-cara militeristis. “Kita tentu tidak membenarkan aksi terorisme. Kita melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui pendidikan, bukan pendekatan militer. Kita punya sekolah dan perguruan tinggi,” ujarnya.
Diskusi tersebut juga menyoroti aspek perlindungan HAM dalam proses penegakan hukum, terutama guna mengantisipasi kekeliruan prosedur yang merugikan warga negara. “Mereka tertarik untuk melihat mengapa dalam kasus tertentu bisa muncul persoalan salah sasaran. Ini juga menjadi perhatian dalam kaitannya dengan penanganan kasus terorisme dan perlindungan hak asasi manusia,” ungkap Ridho.