Kena Suspend, SPPG Kalitengah Tangani 18 Sekolah Selain Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo
Lusi mahgriefie
Kamis, 03 September 2026 - 10:30 WIB
Foto: istimewa
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur merupakan penyedia menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Pondok Pesantren Manba'ul Hikam Sidoarjo, dimana diduga ratusan santrinya mengalami keracunan usai menyantap makanan.
Tak hanya Ponpes Manba'ul Hikam ternyata ada 18 lembaga pendidikan atau sekolah lainnya yang didistribusikan oleh SPPG Kalitengah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Satgas MBG Jatim yang juga Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak kepada wartawan, Rabu (2/9).
"SPPG Kalitengah mendistribusikan 2.800 porsi MBG ke 19 lembaga pendidikan di Sidoarjo. Ada 19 lembaga yang terdampak, salah satunya Ponpes Manba'ul Hikam," ujarnya.
Baca juga:Korban Keracunan MBG di Ponpes Sidoarjo Tembus 566 Orang, BGN Ungkap Penyebabnya
Sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi hal serupa, Pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional akan meninjau beberapa sekolah lain selain Ponpes Manba'ul Hikam untuk mengantisipasi keluhan siswa.
"Semua penerimanya ini kebetulan di satuan pendidikan. Ya, jadi karena di satuan pendidikan, untuk menelusuri siapa saja yang menerima, dan kalau dia enggak masuk harus kita cek kondisinya ke kediaman, itu lebih memungkinkan karena mereka semua dari sekolah," jelas Emil Dardak.
Tak hanya Ponpes Manba'ul Hikam ternyata ada 18 lembaga pendidikan atau sekolah lainnya yang didistribusikan oleh SPPG Kalitengah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Satgas MBG Jatim yang juga Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak kepada wartawan, Rabu (2/9).
"SPPG Kalitengah mendistribusikan 2.800 porsi MBG ke 19 lembaga pendidikan di Sidoarjo. Ada 19 lembaga yang terdampak, salah satunya Ponpes Manba'ul Hikam," ujarnya.
Baca juga:Korban Keracunan MBG di Ponpes Sidoarjo Tembus 566 Orang, BGN Ungkap Penyebabnya
Sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi hal serupa, Pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional akan meninjau beberapa sekolah lain selain Ponpes Manba'ul Hikam untuk mengantisipasi keluhan siswa.
"Semua penerimanya ini kebetulan di satuan pendidikan. Ya, jadi karena di satuan pendidikan, untuk menelusuri siapa saja yang menerima, dan kalau dia enggak masuk harus kita cek kondisinya ke kediaman, itu lebih memungkinkan karena mereka semua dari sekolah," jelas Emil Dardak.