Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 03 September 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Optimalkan Pengalaman Penumpang, Mahasiswa ITS Rancang Interior Cruise

dwi sasongko Kamis, 03 September 2026 - 10:15 WIB
Optimalkan Pengalaman Penumpang, Mahasiswa ITS Rancang Interior Cruise
Usep Sopian menunjukkan rancangan interior area keberangkatan Benoa Cruise Terminal pada Pameran Tugas Akhir Departemen Desain Interior ITS 2026. (Dok: Humas ITS)
LANGIT7.ID-Surabaya; Lebih dari sekadar ruang tunggu, area keberangkatan kapal pesiar menjadi salah satu bagian penting untuk menentukan pengalaman penumpang. Berangkat dari pemikiran tersebut, mahasiswa Departemen Desain Interior Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang interior area keberangkatan di pelabuhan kapal pesiar, yakni Benoa Cruise Terminal, melalui konsep Balinese contemporary gateaway.

Penggagas desain tersebut, Usep Sopian, menjelaskan bahwa terminal penumpang konvensional masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain alur sirkulasi yang kurang intuitif, suasana ruang tunggu juga cenderung monoton sehingga berpotensi meningkatkan kejenuhan penumpang. “Saya ingin ruang transit menjadi bagian dari pengalaman perjalanan penumpang,” tutur Usep, dikutip Kamis (3/9/2026).

Bagi mahasiswa angkatan 2022 tersebut, pengalaman penumpang tidak hanya dipengaruhi oleh kenyaman ruang, tetapi juga kesan yang terbentuk selama berada di terminal keberangkatan. Area keberangkatan ini menjadi ruang terakhir yang akan melekat dalam ingatan wisatawan sebelum meninggalkan daerah tersebut. “Desain interior itu adalah first and last impression bagi wisatawan,” ungkapnya.

Optimalkan Pengalaman Penumpang, Mahasiswa ITS Rancang Interior Cruise
Visualisasi dan maket rancangan interior area keberangkatan Benoa Cruise Terminal yang merupakan dirancang oleh mahasiswa Departemen Desain Interior ITS. (Dok: HUMAS ITS)

Sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, Usep menerapkan pendekatan neo-vernakular dengan sentuhan kontemporer pada rancangan interior terminal. Pendekatan tersebut mengadaptasi esensi arsitektur Bali melalui penggunaan material lokal, pola geometris tradisional, serta proporsi ruang yang tetap selaras dengan kebutuhan fasilitas modern. “Nuansa Bali tetap terasa, tetapi tampil dengan lebih modern dan elegan,” jelasnya.

Tidak hanya pada aspek visual, rancangan tersebut juga menerapkan konsep human-centered design. Usep menyusun zoning, sirkulasi, pencahayaan, pemilihan material, hingga area komunal agar penumpang dapat menikmati waktu tunggu dengan lebih nyaman. Melalui pendekatan tersebut, area keberangkatan tidak lagi sekadar menjadi ruang menunggu, tetapi sekaligus menghadirkan suasana yang lebih rileks sebagai kelanjutan pengalaman berwisata di Bali.

Dalam proses perancangannya, mahasiswa asal Sukabumi tersebut mengombinasikan studi literatur mengenai standar terminal internasional dan regulasi maritim dengan observasi berbagai referensi cruise terminal dunia. Selanjutnya, Usep menyesuaikan hasil kajian tersebut dengan karakteristik Pelabuhan Benoa serta budaya lokal Bali agar menghasilkan rancangan yang selaras dengan karakter kawasan sekaligus memenuhi standar fasilitas internasional.

Melihat ke depan, Usep berharap konsep tersebut tidak berhenti sebagai karya akademik semata. Pendekatan yang menekankan pengalaman penumpang sekaligus identitas lokal diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan terminal maupun fasilitas publik di Indonesia. Inovasi ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke‑9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta poin ke‑11 mengenai Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 03 September 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:56
Ashar
15:13
Maghrib
17:55
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan