Fakta Burung Hudhud, Salah satu Pasukan Nabi Sulaiman
Fajar adhitya
Selasa, 26 Oktober 2021 - 18:50 WIB
Burung Hudhud. (Foto:Litlepups/Islampos).
Burung Hudhud merupakan salah satu spesies burung yang menjadi pasukannnya Nabi Sulaiman. Satwa ini disebut khusus di dalam Al Quran, khususnya surah An Naml.
Burung Hudhud merupakan salah satu spesies burung yang menjadi pasukannnya Nabi Sulaiman. Satwa ini disebut khusus di dalam Al Quran, khususnya surah An Naml.
Kata burung (At Tayr) dalam Al Quran disebut sebanyak lima kali dalam bentuk tunggal dan 13 kali dalam bentuk jamak. Salah satu spesies burung yang dikisahkan dalam Al Quran adalah Hudhud.
Burung Hud-Hud disebut secara khusus dalam Alquran pada Surat An Naml ayat 20 ketika Nabi sulaiman melakukan inspeksi terhadap pasukannya yang terdiri dari manusia, jin, dan burung-burung.
وَتَفَقَّدَ ٱلطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِىَ لَآ أَرَى ٱلْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ ٱلْغَآئِبِينَ
Latin: wa tafaqqadaṭ-ṭaira fa qāla mā liya lā aral-hudhuda am kāna minal-gā`ibīn
Arti: Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir."
Burung Hudhud merupakan salah satu spesies burung yang menjadi pasukannnya Nabi Sulaiman. Satwa ini disebut khusus di dalam Al Quran, khususnya surah An Naml.
Kata burung (At Tayr) dalam Al Quran disebut sebanyak lima kali dalam bentuk tunggal dan 13 kali dalam bentuk jamak. Salah satu spesies burung yang dikisahkan dalam Al Quran adalah Hudhud.
Burung Hud-Hud disebut secara khusus dalam Alquran pada Surat An Naml ayat 20 ketika Nabi sulaiman melakukan inspeksi terhadap pasukannya yang terdiri dari manusia, jin, dan burung-burung.
وَتَفَقَّدَ ٱلطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِىَ لَآ أَرَى ٱلْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ ٱلْغَآئِبِينَ
Latin: wa tafaqqadaṭ-ṭaira fa qāla mā liya lā aral-hudhuda am kāna minal-gā`ibīn
Arti: Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir."