LANGIT7.ID, Jakarta - Burung Hudhud merupakan salah satu spesies burung yang menjadi pasukannnya Nabi Sulaiman. Satwa ini disebut khusus di dalam Al Quran, khususnya surah An Naml.
Burung Hudhud merupakan salah satu spesies burung yang menjadi pasukannnya Nabi Sulaiman. Satwa ini disebut khusus di dalam Al Quran, khususnya surah An Naml.
Kata burung (At Tayr) dalam Al Quran disebut sebanyak lima kali dalam bentuk tunggal dan 13 kali dalam bentuk jamak. Salah satu spesies burung yang dikisahkan dalam Al Quran adalah Hudhud.
Burung Hud-Hud disebut secara khusus dalam Alquran pada Surat An Naml ayat 20 ketika Nabi sulaiman melakukan inspeksi terhadap pasukannya yang terdiri dari manusia, jin, dan burung-burung.
وَتَفَقَّدَ ٱلطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِىَ لَآ أَرَى ٱلْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ ٱلْغَآئِبِينَLatin:
wa tafaqqadaṭ-ṭaira fa qāla mā liya lā aral-hudhuda am kāna minal-gā`ibīnArti: Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir."
Burung Hudhud (Hoopoe-inggris) adalah burung berwarna-warni yang ditemukan di Afrika, Asia, dan Eropa, terkenal karena "mahkota" bulunya yang khas. Burung Hud-Hud memiliki nama latin Upupa Epops yang termasuk keluarga Upupidae
Disebut Hud-Hud karena lengkingan suaranya yang khas, “hoo-hoo-hoo,” berdering jelas, jauh dan diulang dua atau tiga kali. Seringkali tangisan terputus sangat singkat.
Warna bulunya didominasi coklat merah muda, sayap hitam dan putih yang mencolok, paruh hitam panjang melengkung ke bawah, dan jambul coklat merah muda panjang yang terangkat saat burung merasa bersemangat.
Hudhud cenderung berburu makanan secara individu di permukaan tanah atau dedaunan. Makanan intinya terdiri dari serangga, laba-laba, katak, dan materi tumbuhan seperti biji-bijian, yang didapatnya dari mematuk-matuk.
(bal)