IDAI Sarankan 5 Hal Ini untuk Lindungi Anak dari Dampak Abu Vulkanik
Lusi mahgriefie
Senin, 07 September 2026 - 11:33 WIB
Foto: istimewa
Sebaran abu vulkanik akibaterupsi Gunung Anak Krakatau, telah terdeteksi di sejumlah wilayah. Anak-anak menjadi yang paling rentan terkena dampak dari abu vulkanik.
Perlu dipahami bahwa abu vulkanik berbeda dari debu biasa, dimana abu vulkanik mengandung silika kristalin, dan dapat mengganggu kesehatan anak.
Menurut Dr.dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp. ETIA (K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), diantara gangguan kesehatan terhadap anak yang dimaksud, yaitu:
- Anak dengan asma bisa kambuh dan memberat gejalaya.
- Anak bisa mengalami gangguan psikologis, seperti stres, cemas ataupun gejala PTSD subklinis. PTSD sendiri merupakan gangguan kecemasan yang membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis.
- Pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis (PUSVC), bentuk penyakit berat dari radang paru akibat menghirup abu vulkanik secara kronis.
Baca juga:Amankah Menjemur Pakaian Saat Abu Vulkanik Bertebaran? Ini Solusinya
Perlu dipahami bahwa abu vulkanik berbeda dari debu biasa, dimana abu vulkanik mengandung silika kristalin, dan dapat mengganggu kesehatan anak.
Menurut Dr.dr. Yogi Prawira, Sp.A, Subsp. ETIA (K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), diantara gangguan kesehatan terhadap anak yang dimaksud, yaitu:
- Anak dengan asma bisa kambuh dan memberat gejalaya.
- Anak bisa mengalami gangguan psikologis, seperti stres, cemas ataupun gejala PTSD subklinis. PTSD sendiri merupakan gangguan kecemasan yang membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis.
- Pneumonoultramicroscopicsilicovolcanoconiosis (PUSVC), bentuk penyakit berat dari radang paru akibat menghirup abu vulkanik secara kronis.
Baca juga:Amankah Menjemur Pakaian Saat Abu Vulkanik Bertebaran? Ini Solusinya