Bukan Soal Usia, Ini Cara Gen X, Milenial, dan Gen Z Bisa Kompak di Dunia Kerja
Tim langit 7
Selasa, 08 September 2026 - 13:08 WIB
Bukan Soal Usia, Ini Cara Gen X, Milenial, dan Gen Z Bisa Kompak di Dunia Kerja
LANGIT7.ID-Jakarta; Perbedaan generasi di tempat kerja kerap dianggap sebagai sumber konflik. Generasi senior dinilai terlalu kaku, sementara generasi muda dianggap kurang sopan, mudah bosan, atau terlalu bergantung pada teknologi.
Padahal, perbedaan tersebut justru dapat menjadi kekuatan organisasi jika dikelola dengan tepat. Kepemimpinan lintas generasi atau Intergenerational Leadership menempatkan perbedaan pengalaman, cara berpikir, nilai, gaya komunikasi, hingga preferensi kerja sebagai modal untuk menciptakan kolaborasi dan keunggulan kompetitif.
Founder & CEO Inspark Indonesia, Dr. Wahyu T. Setyobudi, mengatakan dunia kerja saat ini mengalami perubahan yang semakin nyata karena organisasi harus mengelola tenaga kerja dari beberapa generasi secara bersamaan.
“Banyak organisasi harus mengelola tenaga kerja yang berasal dari beberapa generasi secara bersamaan.”
Baby Boomers, Gen X, Millennials hingga Gen Z kini hadir dalam ruang kerja yang sama dengan pengalaman, cara berpikir, ekspektasi, serta gaya kerja yang berbeda.
Menurut Wahyu, kepemimpinan modern tidak lagi semata-mata ditentukan oleh senioritas atau jabatan.
“Sekarang, leadership tidak lagi hanya berbicara tentang siapa yang paling senior atau siapa yang memiliki posisi paling tinggi, tetapi tentang bagaimana setiap pemimpin mampu menjembatani perbedaan dan mengubahnya menjadi kolaborasi yang menghasilkan.”
Padahal, perbedaan tersebut justru dapat menjadi kekuatan organisasi jika dikelola dengan tepat. Kepemimpinan lintas generasi atau Intergenerational Leadership menempatkan perbedaan pengalaman, cara berpikir, nilai, gaya komunikasi, hingga preferensi kerja sebagai modal untuk menciptakan kolaborasi dan keunggulan kompetitif.
Founder & CEO Inspark Indonesia, Dr. Wahyu T. Setyobudi, mengatakan dunia kerja saat ini mengalami perubahan yang semakin nyata karena organisasi harus mengelola tenaga kerja dari beberapa generasi secara bersamaan.
“Banyak organisasi harus mengelola tenaga kerja yang berasal dari beberapa generasi secara bersamaan.”
Baby Boomers, Gen X, Millennials hingga Gen Z kini hadir dalam ruang kerja yang sama dengan pengalaman, cara berpikir, ekspektasi, serta gaya kerja yang berbeda.
Menurut Wahyu, kepemimpinan modern tidak lagi semata-mata ditentukan oleh senioritas atau jabatan.
“Sekarang, leadership tidak lagi hanya berbicara tentang siapa yang paling senior atau siapa yang memiliki posisi paling tinggi, tetapi tentang bagaimana setiap pemimpin mampu menjembatani perbedaan dan mengubahnya menjadi kolaborasi yang menghasilkan.”