home sosok muslim

Habib Umar bin Hafiz: Biografi, Dakwah, dan Warisan Keilmuan

Rabu, 09 September 2026 - 18:00 WIB
Habib Umar bin Hafiz. Foto: Republika.

Sosok Habib Umar bin Hafiz hingga kini terus menjadi pusat perhatian dan figur sentral dalam dakwah Islam global modern. Diskusi mengenai kapasitas beliau—sebagai seorang ulama pembaru spiritual (mujaddid), pendidik kenamaan melalui Darul Mustafa di Tarim, hingga tokoh utama penyebar dakwah berpendekatan tasawuf dan mahabbah—selalu menarik perhatian publik Muslim dunia.

Di satu sisi, pendekatan dakwah beliau yang menuturkan kedamaian, akhlak, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW mampu merangkul jutaan pengikut dari lintas budaya dan belahan bumi. Namun di sisi lain, perbedaan metodologi dakwah serta penekanan pada tradisi tasawuf dan ziarah tak jarang menuai kritik dari kelompok yang berhaluan puritan. Terlepas dari dinamika tersebut, pengaruh Habib Umar dalam peta keilmuan Islam dan gerakan dakwah abad ke-21 merupakan realitas yang sangat diperhitungkan.

Ulama dan mubalig kenamaan ini memiliki nama lengkap al-Ḥabīb ʿUmar bin Muḥammad bin Salīm bin Ḥafīẓ bin Aḥmad bin Abī Bakr bin Sālim. Beliau bernasab langsung kepada Rasulullah SAW melalui jalur Sayyidina Husain bin Ali RA. Sematan nisbah al-Ḥaḍramī atau al-Tarīmī merujuk pada tanah kelahiran dan pusat aktivitas dakwahnya di Tarim, Hadramaut, Yaman.

Beliau dilahirkan di Tarim pada tanggal 4 Muharram 1383 H (27 Mei 1963 M). Sepanjang hayatnya hingga kini, beliau dikenal luas sebagai pendiri Darul Mustafa, mufti, serta ulama penyebar kedamaian yang konsisten membina ribuan santri dari berbagai pelosok dunia.

Habib Umar dibesarkan dalam lingkungan keluarga ulama yang taat dan sarat akan tradisi ilmu serta spiritualitas. Ayahnya, Habib Muhammad bin Salim bin Hafiz, merupakan seorang mufti besar di Tarim yang sangat dihormati. Kehidupan masa kecil Habib Umar diwarnai dengan ujian berat ketika ayahnya diculik dan dihilangkan oleh rezim komunis terlarang yang berkuasa di Yaman Selatan saat itu.Peristiwa tragis yang dialami sang ayah tidak melunturkan semangat belajar beliau, melainkan justru memperkokoh tekadnya untuk melanjutkan estafet perjuangan dakwah sang ayah dengan penuh ketabahan.

Baca Juga:Habib Umar bin Hafidz dan Rutinitas Sehari-hari



Sejak usia muda, Habib Umar telah menghafal Al-Qur'an dan mempelajari berbagai disiplin ilmu agama dasar di bawah bimbingan langsung ayahnya serta para ulama ternama di Tarim. Keterbatasan kondisi politik di Yaman Selatan memaksa beliau untuk berhijrah ke kota Bayda di Yaman Utara guna menyelamatkan iman dan melanjutkan rihlah ilmiahnya. Di kota Bayda, beliau menimba ilmu mendalam di bawah asuhan ulama-ulama besar seperti Habib Muhammad bin Abdullah al-Haddar dan Habib Zain bin Ibrahim bin Sumait.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya