Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.669, Ini Sentimen Penggeraknya
Nabil
Senin, 14 September 2026 - 16:55 WIB
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.669, Ini Sentimen Penggeraknya
LANGIT7.ID-Jakarta; Rupiah kembali melemah pada perdagangan Senin (14/9/2026). Mata uang Garuda ditutup turun 58 poin ke level Rp17.669 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat tertekan hingga 60 poin di level tersebut. Posisi itu lebih lemah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.611.
Pergerakan rupiah sepanjang sesi perdagangan menunjukkan tekanan yang masih cukup kuat. Rupiah sempat melemah hingga 60 poin sebelum akhirnya ditutup dengan pelemahan 58 poin di level Rp17.669 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah berlangsung di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketidakpastian, terutama dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Kondisi tersebut menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi arus modal dan sentimen terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah.
Sentimen yang Membayangi Rupiah
Dari eksternal, perkembangan di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen pasar. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran disebut telah mengamankan posisi yang memungkinkan mereka melancarkan serangan tanpa hambatan di Selat Bab el-Mandeb serta terhadap sejumlah target energi utama Arab Saudi.
Pada pekan sebelumnya, Houthi menyerang sejumlah target utama Saudi, termasuk kilang dan terminal bahan bakar Aramco, fasilitas bahan bakar, bandara, serta kapal di wilayah Bab el-Mandeb. Perkembangan tersebut menutup jalur pasokan minyak penting lainnya di Timur Tengah, terlebih sebagian besar pengiriman minyak Arab Saudi yang biasanya melalui Hormuz telah dialihkan melalui jalur Selat Bab el-Mandeb.
Ketidakpastian geopolitik semakin meningkat setelah pertemuan regional antara Iran dan kekuatan Teluk yang semula dijadwalkan Senin ditunda. Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, menyampaikan penundaan tersebut pada Minggu.
Pergerakan rupiah sepanjang sesi perdagangan menunjukkan tekanan yang masih cukup kuat. Rupiah sempat melemah hingga 60 poin sebelum akhirnya ditutup dengan pelemahan 58 poin di level Rp17.669 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah berlangsung di tengah sentimen global yang masih dibayangi ketidakpastian, terutama dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Kondisi tersebut menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi arus modal dan sentimen terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah.
Sentimen yang Membayangi Rupiah
Dari eksternal, perkembangan di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen pasar. Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran disebut telah mengamankan posisi yang memungkinkan mereka melancarkan serangan tanpa hambatan di Selat Bab el-Mandeb serta terhadap sejumlah target energi utama Arab Saudi.
Pada pekan sebelumnya, Houthi menyerang sejumlah target utama Saudi, termasuk kilang dan terminal bahan bakar Aramco, fasilitas bahan bakar, bandara, serta kapal di wilayah Bab el-Mandeb. Perkembangan tersebut menutup jalur pasokan minyak penting lainnya di Timur Tengah, terlebih sebagian besar pengiriman minyak Arab Saudi yang biasanya melalui Hormuz telah dialihkan melalui jalur Selat Bab el-Mandeb.
Ketidakpastian geopolitik semakin meningkat setelah pertemuan regional antara Iran dan kekuatan Teluk yang semula dijadwalkan Senin ditunda. Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, menyampaikan penundaan tersebut pada Minggu.