LANGIT7.ID, Pandeglang,- - Kawasan wisata
Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten disebut masih aman untuk dikunjungi meski
Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda masih berstatus Level III atau Siaga.
Badan Geologi,
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut kawasan Tanjung Lesung masih berada pada jarak aman, yakni 50 kilometer dari pusat erupsi.
Baca juga: Update Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Makin Menyebar ke Arah BaratPenyelidik Bumi Madya Badan Geologi Kementerian ESDM, Mochamad Nugraha Kartadinata, mengatakan jarak tersebut jauh di luar zona steril yang ditetapkan pemerintah, yakni radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
"Karena radius yang tidak boleh dimasuki untuk beraktivitas hanya 3 kilometer dari pusat erupsi. Jadi, kalau mau datang untuk
berwisata, saya kira tidak masalah," ujar Nugraha dalam keterangannya, dikutip Senin (14/9/2026).
Berdasarkan kondisi di lapangan, berbagai aktivitas pariwisata di Tanjung Lesung masih berjalan normal. Fasilitas pendukung, seperti akomodasi, kawasan kuliner, hingga ruang rekreasi terbuka di sepanjang pesisir tetap beroperasi.
Nugraha mengatakan Gunung Anak Krakatau tidak hanya memiliki nilai penting dari sisi geologi, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan alam dan potensi pariwisata Banten.
"Krakatau bukan hanya memiliki sejarah geologi yang luar biasa, tetapi juga menjadi bagian penting dari kekayaan alam dan potensi pariwisata Banten. Dengan mengikuti ketentuan serta pemantauan resmi pemerintah, Tanjung Lesung bisa menjadi destinasi wisata yang nyaman dan aman untuk dikunjungi," katanya.
Dalam peninjauan lapangan tersebut, Nugraha hadir bersama pakar gunung api dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Mirzam Abdurrachman.
Baca juga: Cerita 4 Artis Terdampak Erupsi Anak Krakatau: Pesawat Putar Balik hingga Rumah BerdebuIa menegaskan masyarakat tidak perlu merasa cemas secara berlebihan selama aktivitas dilakukan di luar zona steril yang telah ditetapkan.
Pengelola kawasan Tanjung Lesung juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan informasi mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau dapat diterima masyarakat secara tepat.
Pembaruan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pemerintah daerah menjadi acuan dalam menentukan langkah pencegahan.
Berdasarkan laporan PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM per 11 September 2026 untuk periode pemantauan pukul 06.00-12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga.
Dalam laporan tersebut, cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang menuju arah barat laut.
Suhu udara tercatat berada pada kisaran 26,5-29,5 derajat Celsius dengan kelembapan 67-83 persen.
Secara visual, tubuh gunung tertutup kabut tipis hingga sedang. Sementara itu, dari kawah utama teramati asap putih tipis bertekanan sedang dengan ketinggian sekitar 10-50 meter dari puncak.
Penyusun laporan PVMBG, Fahrul Roji, A.Md., mengimbau masyarakat dan wisatawan tetap mematuhi pembatasan aktivitas yang berlaku.
Baca juga: 209 Penerbangan di Bandara Soetta Batal Imbas Erupsi Anak KrakatauMasyarakat maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas fisik dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebaiknya mengacu pada keterangan resmi PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
(est)